Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Adik Ipar: Eko Yuli Irawan Berusaha Tembus Batas Angkatannya Meski Harus Menurunkan Berat Badan

Hingga saat ini, nama Eko Yuli Irawan, lifter Indonesia terus diperbincangkan di masyarakat.

Adik Ipar: Eko Yuli Irawan Berusaha Tembus Batas Angkatannya Meski Harus Menurunkan Berat Badan
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Eko Yuli Irawan sedang berusaha mengangkat besi di kejuaraan angkat besi Olimpiade Tokyo, Minggu (25/7/2021). 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga saat ini, nama Eko Yuli Irawan, lifter Indonesia terus diperbincangkan di masyarakat.

Tak hanya soal keberhasilannya meraih perak, namun juga soal kegigihan dan perjuangannya untuk memberikan yang terbaik di angkat besi.

Tak heran jika Eko Yuli mengucapkan permintaan maaf, sebagai tanggung jawab moral atlet nasional untuk bangsanya.

Namun, ada fakta menarik saat Eko Yuli berusaha menuntaskan angkatan 177 Kg di clean and jerk. Hanya saja, dirinya dalam dua percobaan.

Meski gagal, namun penampilan Eko mendapat pujian yang luar biasa dari adik iparnya sendiri, Arid Hidayat.

Arif merupakan sosok adik ipar yang kerap menjadi teman curhat dan Eko sering meminta saran kepada adik iparnya yang bekerja sebagai personal trainer.

"Dia mencoba menembus batasnya. Jadi dia bisa mengangkat beban 180 Kg dengan berat badan 66 Kg. Namun, di Olimpiade Tokyo, dia bermain di kelas 61 Kg, dan berat badannya harus turun ke 60 Kg. Jadi tenaga pasti ada penurunan. Tapi dia masih kuat," ujar Arif.

Arif yang juga pernah menggeluti angkat besi, menyanjung abang iparnya termasuk atlet yang meski berat badan turun banyak, namun angkatannya turun sedikit.

Ia pun menyebut penampilan Eko Yuli sangat stabil.

"Saya awalnya merasa yakin dia mampu di angkatan 177 Kg. Memang sebelum tanding dia bilang, "Rif snatch udah mulai enak, tapi clean and jerk, pinggangnya belum mau ngunci,". Makanya ketika itu lepas. Tapi itu sudah luar biasa, karena nyaris membuat rekor dunia dan rekor Olimpiade. Itu kelas di atas dia sudah potensi medali. Jadi dia sudah menembus batasannya dia," tambah Arif.

Tak hanya itu, Arif juga bangga dengan performa abang iparnya, mengingat usia yang sudah bertambah, namun kekuatan Eko tidak berkurang. 

Adapun Eko Yuli Irawan dan dua lifter lainnya, Windy Cantika Aisah serta Deni dijadwalkan tiba di Indonesia tengah malam nanti. 

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas