Tribun Sport

Olimpiade 2021

Masuk Semi Final Olimpiade, Greysia Polii/Apriyani Rahayu Cetak Sejarah

Pertandingan ini berlangsung selama 100 menit. Set pertama 25 menit, set kedua, 40 menit, dan set ketiga 32 menit.

Editor: Hendra Gunawan
Masuk Semi Final Olimpiade, Greysia Polii/Apriyani Rahayu Cetak Sejarah
Pedro PARDO / AFP
Greysia Polii (kanan) dari Indonesia melakukan pukulan di sebelah Apriyani Rahayu dari Indonesia dalam pertandingan perempat final bulu tangkis ganda putri melawan Li Yinhui dari China dan Du Yue dari China selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 29 Juli 2021. 

TRIBUNNEWS.COM -- GANDA putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu mencetak sejarah sebagai ganda putri pertama asal Indonesia yang lolos semifinal olimpiade.

Mereka menang atas lawannya Du Yue/Li Yin Hui dari China dengan skor 21-15, 20-22, dan 21-17 pada babak perempat final Olimpiade, Kamis (29/7).

"Sejarah bagi Indonesia! Greys Polii/ Apriyani Rahayu menjadi ganda putri pertama dari Indonesia yang bermain di babak semifinal Olimpiade," tulis akun Twitter BadmintonTalk.

"Rekor 7 Olimpiade, Pecah hari ini. Ayo dapatkan medali  Greys dan Apri!" tulisnya lagi.

Baca juga: Fakta Unik Ganda Putra Olimpiade - Peluang Ahsan/Hendra Sambung Kembali Rantai Dominasi Indonesia

"Kebanggaan bangsa. Indonesia akhirnya memiliki pasangan ganda putri di semifinal bulu tangkis Olimpiade. GreysPolii dan Apriyani Rahayu" tulis akun Twitter BWF.

Greysia/Apri menang atas lawannya Du Yue/Li Yin Hui dari China di babak perempat final. Ini merupakan tonggak baru bagi Indonesia di sektor ganda putri di ajang Olimpiade.

Pertandingan berlangsung selama tiga set. Indonesia unggul 2-1 atas ganda China tersebut. Set pertama, Gresyia/Apri menang dengan skor 21-15. Set Kedua berlangsung ketat. Akhirnya pada set kedua ini berakhir dengan skor 22-20 untuk kemenangan ganda China. Greysia/Apri kembali memenangkan pertandingan set ketiga dengan skor 21-17.

Baca juga: Ahsan/Hendra Tampil Lebih Tenang kata Herry IP

Pertandingan ini berlangsung selama 100 menit. Set pertama 25 menit, set kedua, 40 menit, dan set ketiga 32 menit.

Pertandingan ini menghabiskan 37 shuttelcock. Sebanyak 19 kok dipakai pada set pertama, 16 kok pada set kedua, dan 11 kok pada set ketiga.

Pencapaian Greysia/Apri ini merupakan pencapaian besar di sektor ganda putri. Berbeda dengan sektor-sektor lainnya, di sektor ini biasanya Indonesia meraih hasil kurang bagus di ajang olimpiade.

Baca juga: Hasil Bulutangkis: The Daddies ke Semifinal Olimpiade Tokyo, Mohammad Ahsan Pecah Telur

Di Olimpiade Rio 2016, saat Greysia Polii berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari, mereka sampai babak perempat final.

Hasil lebih buruk pada olimpiade London 2012. Di mana tidak ada satu pun wakil Indonesia yang tembus babak perempat final. Selain faktor teknis, ada Kontroversi juga yang sempat terjadi pada saat itu.

Kompetisi menjadi kontroversi selama babak penyisihan grup ketika delapan pemain (dua pasangan dari Korea Selatan dan satu pasangan masing-masing dari China dan Indonesia) dikeluarkan dari turnamen oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia setelah dinyatakan bersalah karena tidak menggunakan upaya terbaik saat bermain untuk kalah dalam pertandingan untuk memanipulasi undian untuk babak sistem gugur.

Dalam satu pertandingan, kedua tim melakukan serangkaian kesalahan dasar, dan dalam satu pertandingan reli maksimum hanya empat tembakan.

Di olimpiade Beijing 2008, wakil Indonesia di ganda putri hanya sampai pada putaran pertama.  Saat itu Liliyana Natsir masih di ganda putri berpasangan dengan Vita Marissa. Tidak ada wakil ganda putri Indonesia yang menembus babak perempat final.

Begitu pula di Athena 2004. Wakil ganda putri Indonesia hanya sampai babak kedua.  Di Sydney 2000, ganda putri Indonesia hanya sampai babak perempat final. Saat itu, China mendominasi seluruh wakil ganda putri di semifinal.

Pada olimpiade 1996, wakil Indonesia terhenti di perempat final.  Hasil yang sama diraih wakil Indonesia di ajang Olimpiade Barcelona 1992 ketika Finarsih/Lili Tampi tersingkir di perempat final. Olimpiade Barcelona menjadi olimpiade pertama yang mempertandingkan olahraga bulu tangkis.

Baca juga: Peran Keluarga di Balik Performa Ahsan/Hendra di Olimpiade 2021, Peluang Daddies Raih Emas Terjaga

Pada pertandingan kemarin, tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting lolos babak 16 Besar setelah menang atas pebulu tangkis Jepang, Kanta Tsuneyama dengan skor 21-18, 21-14.

Selain itu, ganda putra andalan Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga menang di babak perempat final atas wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda 21-14, 16-21, dan 21-9.

"Syukur alhamdulillah kami bisa memenangkan pertandingan hari ini, pertandingan yang cukup berat tapi kita bisa lewati. Hari ini kami menekan duluan, polanya bisa dapat serangan dulu," ujar Ahsan seusai pertandingan dikutip badmintonindonesia.org.

Sayangnya ganda putra terbaik dari Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya tersingkir di babak perempat final setelah kalah dari wakil Malaysia, Aaron Chia/Wooi Yik Soh dengan skor 14-21, 17-21.

Kekalahan juga dialami Jonatan Christie atas wakil China Shi Yu Qi 11-21, 9-21.

Sedangkan di sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung juga harus menghentikan langkahnya dari ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Gregoria kalah atas unggulan lima asal Thailand, Ratchanok Intanon di babak 16 besar. Gregoria menyerah dengan skor 12-21, 19-21. (Tribun Network/mba)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas