Tribun Sport

Olimpiade 2021

Sosok Muamar Qadafi, Pelatih Kevin Cordon Asal Solo, Indonesia yang Mentas di Amerika Latin

Sosok pelatih bulutangkis Indonesia yang berada di balik kesuksesan Kevin Cordon, tunggal putra Guatemala yang menembus semifinal Olimpiade 2021.

Penulis: Muhammad Nursina Rasyidin
Editor: Daryono
Sosok Muamar Qadafi, Pelatih Kevin Cordon Asal Solo, Indonesia yang Mentas di Amerika Latin
PEDRO PARDO / AFP
Petenis Guatemala Kevin Cordon melakukan selebrasi bersama pelatih setelah mengalahkan pemain Korea Selatan Heo Kwang-hee dalam pertandingan perempat final bulu tangkis tunggal putra pada Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 31 Juli 2021. 

Kejutan ternyata tidak sampai di situ.

Kevin berhasil mengalahkan Hee Heo Kwang, pebulu tangkis asal Korea yang mengalahkan unggulan satu dunia, Kento Momota.

Namun sayang, ambisinya untuk mencapai level tertinggi yakni final kandas di tangan Viktor Axelsen, dan ketika perebutan medali perunggu, dia kalah dari Anthony Sinisuka Ginting.

Tetapi capaian tersebut merupakan yang tertingg bagi pebulu tangkis asal Guatemala dan Amerika Latin.

Baca juga: Hasil Bulutangkis Olimpiade 2021 - Kalahkan Kevin Cordon, Anthony Ginting Raih Medali Perunggu

Awal mula Muamar Qadafi jadi Pelatih Kevin Cordon

Cerita bermula ketika dua rekan Muamar Qadafi di Djarum Badminton Club, Roy Purnomo dan Agustinus Sartono menjadi sparring partner di Peru.

"Saat itu, pelatih Peru asal China mengundurkan diri, dan sang pelatih memberi tahu kedua rekan saya (Roy Purnomo dan Agustinus Sartono) bahwa ia membutuhkan seseorang untuk melanjutkan tugasnya," tambah Muamar Qadafi.

Baca juga: Greysia Pecahkan Rekor Atlet Tertua Peraih Emas BuluTangkis Olimpiade, Apri Pebulu Tangkis Termuda

Pria kelahiran 30 Oktober 1981 itu sempat tidak diketahui namanya oleh Peru, namun setelah itu Qadafi memutuskan untuk terbang langsung ke Peru dan memutuskan keluar dari klub bulutangkis Djarum.

Saat menjadi juru taktik Peru, Qadafi berhasil membawa Peru ke Kejuaraan PanAm Junior pada tahun 2006, kompetisi seperti Kejuaraan Junior Asia di Asia.

Dan ketika itulah, nama Muamar Qadafi mulai naik.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas