Tribun Sport

Kemenpora Gunakan Big Data untuk Pantau Para Atlet Bertalenta di Indonesia

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia bekerja sama dengan lembaga yang memiliki big data untuk memantau talenta para atlet.

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Miftah
zoom-in Kemenpora Gunakan Big Data untuk Pantau Para Atlet Bertalenta di Indonesia
VINCENZO PINTO / AFP
Atlet Indonesia Eko Yuli Irawan bertanding dalam kompetisi angkat besi 61kg putra pada Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo pada 25 Juli 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia bekerja sama dengan lembaga yang memiliki big data untuk memantau talenta para atlet di Indonesia.

Dikutip dari laman Kemenpora, Menpora Zainudin Amali menyebut hal itu digunakan beriringan dengan mendirikan sentra-sentra pembinaan.

Amali mengungkapkan di dalam desain besar olahraga nasional, selain menjadikan olimpiade sebagai sasaran utama olahraga Indonesia, juga terdapat bagaimana cara pemerintah mendapatkan talenta-talenta atlet muda berbakat yang ada di seluruh Indonesia.

"Kami sekarang ini bekerjasama dengan satu lembaga yang memiliki big data untuk memantau talenta-talenta atlet di seluruh Indonesia serta membuat sentra-sentra pembinaan," ungkap Amali saat menjadi narasumber di Selamat Pagi Indonesia, MetroTV, Jumat (6/8/2021).

Amali menyebut para atlet yang berlaga di olimpiade adalah sebagian hasil dari pembinaan-pembinaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kemenpora di beberapa provinsi.

Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii Indonesia berpose di lapangan dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo. Senin (2 Agustus 2021). (LINTAO ZHANG/ POOL/AFP)
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii Indonesia berpose di lapangan dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo. Senin (2 Agustus 2021). (LINTAO ZHANG/ POOL/AFP) (AFP/LINTAO ZHANG)

Baca juga: BWF Beri Hak Istimewa ke Greysia Polii/Apriyani Rahayu Seusai Rebut Medali Emas Olimpiade

Selain itu juga dari klub-klub yang juga turut memantau perkembangan calon atlet berprestasi.

"Kita persiapkan para atlet ini sejak usia dini sejak SD hingga SMA."

"Setelah itu akan kita tampung dalam satu trainning camp untuk menjadi atlet junior, dan kemudian akan masuk menjadi atlet elit nasional yang siap kita terjunkan pada laga multieven internasional paling bergengsi, paling prestisius seperti olimpiade ini," ungkapnya.

Menurut Amali, euforia keberhasilan Apriyani Rahayu dan Greysia Polii meraih medali emas bulutangkis ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020 masih terasa hingga saat ini.

Amali menulai hal ini tak terlepas dari pola pembinaan yang baik di dalam desain besar olahraga nasional.

Baca juga: Meski Beda Negara, Begini Cara Saling Mendukung ala Greysia Polii dan Sapsiree Taerattanachai

Sementara itu terkait sentra-sentra olahraga atau PPLP saat ini masih beragam sesuai dengan bakat di daerah masing-masing.

"Tetapi di dalam desain besar olahraga nasional, Kemenpora lebih spesifik kepada cabang-cabang olahraga unggulan yang bisa berpotensi untuk menghasilkan prestasi yang baik di olimpiade," ungkapnya.

Konsekuensi dari penempatan olimpiade sebagai sasaran utama, dan Asian Games dan SEA Games sebagai sasaran antara, maka pemerintah harus memilih cabang-cabang olahraga yang dinilai memiliki potensi meraih medali olimpiade.

"Setelah berdiskusi dengan stakeholder terkait, akhirnya kita memutuskan akan berkonsentrasi kepada cabor yang mengandalkan teknik dan akurasi, seperti bulutangkis, angkat besi, panahan, menembak dan lainnya termasuk, panjat tebing untuk Olimpiade 2024 di Paris," imbuh Menpora.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas