Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Olimpiade 2021

Ayah Apriyani Rahayu Kenang Momen Anaknya Main Bulutangkis Pakai Raket Kayu

Apriyani mulai bermain badminton menggunakan raket kayu dengan bulu ayam yang ditancap di tangkai sapu

Ayah Apriyani Rahayu Kenang Momen Anaknya Main Bulutangkis Pakai Raket Kayu
tangkap layar
Ayah pebulutangkis Apriyani Rahayu, Amiruddin (pojok kanan) saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, Sabtu (7/8/2021). 

 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amiruddin, ayah pebulutangkis Apriyani Rahayu mengenang momen saat anaknya masih bermain menggunakan raket kayu di kampung halaman Konawe, Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, hal tersebut tidak dapat terlupakan hingga sekarang Apriyani sudah menjadi atlet profesional.

"Kalau sampai menekuni bulutangkis sejak dari kecil empat tahunan. Apriyani mulai bermain badminton menggunakan raket kayu dengan bulu ayam yang ditancap di tangkai sapu," ucap Amirudin saat wawancara dengan Tribun Network, Sabtu (7/8/2021).

Baca juga: Tim Bulutangkis Indonesia Punya Masalah Serius Jelang Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber

Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (Alexander NEMENOV/AFP)
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (Alexander NEMENOV/AFP) (AFP/ALEXANDER NEMENOV)

Ia mengatakan bahwa Apriyani kerap diajak almarhumah ibunya bermain bulutangkis.

Dia menyadari Apriyani memiliki kegigihan dalam olahraga bulutangkis dan akhirnya mengikuti turnamen usia dini.

"Dimulai 2006, waktu itu dia baru kelas 5 SD. Dia ikut pertandingan tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi," ucapnya.

Baca juga: Sempat Geluti Sepakbola dan Sepak Takraw, Apriyani Rahayu Dibimbing Almarhumah Ibu ke Bulutangkis

Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (Pedro PARDO/AFP)
Atlet Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii Indonesia berpose dengan medali emas bulu tangkis ganda putri mereka pada upacara selama Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. (Pedro PARDO/AFP) (AFP/PEDRO PARDO)

Apriyani kemudian mulai bertanding ke tingkat nasional untuk mewakili Sultra di usia 9 tahun.

Pada 2011, Amirudin harus melepas anaknya untuk mengikuti Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta.

"Setelah dia juara di tingkat 2 provinsi. Dia diambil pelatih dari pelatnas," tukasnya.

Diketahui, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengalahkan wakil China Chen Qing Chen/Jia Yia Fia dengan dua game langsung, 21-19, 21-15 di final Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Apriyani Rahayu Berjaya di Olimpiade, Ayah Menangis Terharu Kenang Jasa Sang Istri

Pencapaian ganda putri meraih medali mengukir sejarah baru bagi bulutangkis Indonesia sejak badminton dipertandingkan pada 1992 di Olimpiade.

Terlebih, di Olimpiade Tokyo ini ganda putri bukan lah nomor yang ditargetkan bisa mendulang medali emas.

Torehan ini juga sekaligus melanjutkan tradisi medali emas dari cabor badminton di Olimpiade.

Terakhir pada Olimpiade 2016 silam, ganda campuran Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad sukses mempersembahkan emas untuk Indonesia.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas