Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Dirdja Wihardja: Pengurus PABSI Bertekad Tradisi Medali Olimpiade Jangan Lepas

Sejak Olimpiade tahun 2000, atlet-atlet dari cabang olahraga angkat besi tak pernah absen memberikan medali Olimpiade untuk Indonesia. 

Dirdja Wihardja: Pengurus PABSI Bertekad Tradisi Medali Olimpiade Jangan Lepas
Dok. pribadi
Dirdja Wihardja 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak Olimpiade tahun 2000, atlet-atlet dari cabang olahraga angkat besi tak pernah absen memberikan medali Olimpiade untuk Indonesia. 

Teranyar pada Olimpiade 2020 Tokyo, tiga medali dibawa pulang ke Tanah Air oleh Eko Yuli Irawan, Windy Cantika Aisah, dan Rahmat Erwin Abdullah.

Peraih medali perak Indonesia Eko Yuli Irawan berdiri di podium untuk upacara kemenangan kompetisi angkat besi 61kg putra selama Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo pada 25 Juli 2021.
Peraih medali perak Indonesia Eko Yuli Irawan berdiri di podium untuk upacara kemenangan kompetisi angkat besi 61kg putra selama Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo pada 25 Juli 2021. (Vincenzo PINTO / AFP)

Eko meraih perak di kelas 61 kilogram (kg) putra, Windy merebut perunggu dari kelas 49 kg putri, serta Rahmat yang juga mempersembahkan medali perunggu dari kelas 73 kg putra. Apa rahasia di balik kesuksesan tersebut?

Pelatih angkat besi Indonesia Dirdja Wihardja pun memberikan penjelasannya saat diwawancarai Tribun Network melalui aplikasi komunikasi Zoom, baru-baru ini.

Reaksi Atlet Indonesia Windy Cantika Aisah saat berlaga di cabang olahraga angkat besi 49kg putri Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo, 24 Juli 2021.
Reaksi Atlet Indonesia Windy Cantika Aisah saat berlaga di cabang olahraga angkat besi 49kg putri Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo, 24 Juli 2021. (VINCENZO PINTO / AFP)

"Sebenarnya kami di internal PABSI selalu merencanakan jangan sampai lepas tradisi menyumbangkan medali di Olimpiade karena sejak Olimpiade Sydney 2000, Olimpiade Athena 2004, Olimpiade Beijing 2008, Olimpiade London 2012, Olimpiade Rio de Janeiro 2016, kami selalu mempersembahkan medali dan sekarang (kemarin--red) Olimpiade Tokyo, dari kami target utamanya tetap itu (menyumbang medali), ujar pelatih bertangan dingin tersebut.

Lanjutnya, terkait persiapan tim, latihan selalu berlangsung di pelatnas PABBSI, bahkan semenjak SEA Games 2017 selesai sampai Asian Games terus berlangsung.

Akhir November 2018 tim angkat besi sudah mengikuti babak kualifikasi untuk merebut kuota, dimana tiga lifter Indonesia, Windy, Rahmat, dan Nurul Akmal mendapatkan kuota dari kualifikasi itu. 

"SEA Games 2019 hingga kejuaraan Asia di Uzbekistan, Mei 2021, menjadi bagian rangkaian yang kami lakukan menuju Olimpiade. Semua berbuah manis karena kami mendapat olimpian baru yang meraih medali di Olimpiade ini dan usianya pun masih muda. Hal ini menunjukkan sebuah progres. Tentu dengan pelajaran di Tokyo akan mempertajam terutama di tim-tim pendukung seperti masseur, ahli gizi. Semoga impian meraih emas tercapai di Olimpiade Paris (2024)," tambahnya.

Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah sukses meraih medali perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo.
Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah sukses meraih medali perunggu di Olimpiade 2020 Tokyo. (Dok: NOC Indonesia)

Dirdja menjelaskan banyak evaluasi yang mereka dapatkan dari kejuaraan Asia Mei lalu.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas