Tribun Sport

Desain Besar Olahraga Nasional, Posisi Olimpiade dan Paralimpiade Setara

Pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) akan menyetarakan posisi antara Olimpiade dan Paralimpiade.

Penulis: Laura Hilmi
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
zoom-in Desain Besar Olahraga Nasional, Posisi Olimpiade dan Paralimpiade Setara
tangkapan layar zoom
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyambut langsung kedatangan kloter terakhir kontingen Indonesia Paralimpiade Tokyo 2020 di VVIP Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (7/9/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) akan menyetarakan posisi antara Olimpiade dan Paralimpiade.

DBON akan kick off bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional pada tanggal 9 September oleh Presiden Joko Widodo.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) saat menjemput atlet Paralimpiade Tokyo 2020 di VVIP Room, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Selasa (6/9/2021) dini hari WIB.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyambut kedatangan kloter terakhir kontingen Paralimpiade Tokyo 2020 di VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta pada Selasa (7/9/2021) dini hari WIB.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyambut kedatangan kloter terakhir kontingen Paralimpiade Tokyo 2020 di VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta pada Selasa (7/9/2021) dini hari WIB. (kemenpora.go.id)

Dikutip dari laman resmi Kemenpora RI, Zainudin Amali menyampaikan olimpiade dan paralimpiade kedudukannya sama dalam DBON.

Karena kesetaraan tersebut, Zainudin Amali mengharapkan dukungan yang sama kepada atlet paralimpiade.

"Sekarang Paralimpiade dan Olimpiade kita tempatkan sama di dalam DBON. Karena itu, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberi perhatian dan dukungan yang sama kepada atlet paralimpiade kita,"ujar Zainudin Amali.

Lebih lanjutnya, Zainudin menyampaikan, terdapat target tinggi pada olimpiade dan paralimpiade, yang membutuhkan dukungan dan perhatian dari seluruh kalangan.

"Jadi target kita tinggi, karenanya dibutuhkan dukungan dan perhatian dari semua bidang, baik dari Kementerian/lembaga, gubernur, bupati, walikota dan kelompok-kelompok masyarakat untuk memberikan dukungan yang sama untuk target tinggi kita olimpiade dan paralimpiade," jelas Zainudin.

Setelah pelaksanaan Paralimpiade Tokyo 2020, pemerintah akan mengevaluasi untuk persiapan Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024.

Hal tersebut disebabkan karena tahun depan sudah dimulai menentukan kualifikasi Olimpiade dan Paralimpiade sehingga dapat mempersiapkan para atlet dalam jangka panjang.

"Jadi kita tidak dadakan, mau jelang even, enam bulan baru mulai persiapan. Saya kira pola itu kita rubah. Dan dengan DBON, paradigma kita semua berubah. Bagaimana kita mempersiapkan secara jangka panjang, berjenjang dan pembinaan dari usia dini," kata Zainudin.

Baca juga: Zainudin Amali: Kontingen Indonesia di Paralimpiade 2020 Sesuai Target DBON Meski Finis di Urutan 43

Zainudin Amali meminta kepada masyarakat khususnya yang difabel untuk tetap bersemangat.

"Kepada masyarakat umum, khususnya saudara kita yang difabel tetap semangat."

Menurut Zainudin, prestasi yang diperoleh atlet difabel di ajang Paralimpiade menunjukan bahwa masyakarat difabel dengan yang bukan difabel adalah sama.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas