Tribun Sport

Fajar/Gideon Sedih Merah-putih Tidak Berkibar di Denmark, Harap Polemik WADA Cepat Selesai

Keberhasilan tim bulutangkis putra Indonesia menyabet gelar juara Piala Thomas di Aarhus, Denmark, tidak sempurna tanpa adanya seremoni

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Toni Bramantoro
Fajar/Gideon Sedih Merah-putih Tidak Berkibar di Denmark, Harap Polemik WADA Cepat Selesai
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pebulu Tangkis Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon berpose usai wawancara dengan Tribun Network di di Gideon Badminton Hall, Ciangsana, Bogor, Jumat (5/2/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberhasilan tim bulutangkis putra Indonesia menyabet gelar juara Piala Thomas di Aarhus, Denmark, tidak sempurna tanpa adanya seremoni pengibaran bendera Merah-putih. 

Setidaknya, itulah yang dirasakan Fajar Alfian, pemain sektor ganda putra Indonesia. 

"Saya sih senang karena bisa juara namun ada sedikit kurangnya karena Bendera Merah Putih tidak berkibar," tutur Alfian, Senin (18/10/2021). 

Diketahui, Skuad Garuda berhasil membawa kembali tropi Piala Thomas ke pangkuan Ibu Pertiwi, setelah mengandaskan perlawanan China 3-0, di babak final, Minggu (17/10) kemarin. 

Saat Hendra Setiawan dan kolega menerima tropi, bendera Merah-putih tidak dikibarkan, diganti dengan bendera Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).  

Itu terjadi karena Badan Antidoping Dunia (WADA) menjatuhkan sanksi kepada Lembaga Antidoping Indonesia (LADI), akibat ketidakpatuhan dalam menerapkan program pengujian yang efektif. 

Ketidakpatuhan itu memunculkan berbagai konsekuensi, salah satunya tidak boleh ada bendera Merah Putih dalam kejuaraan tingkat regional, kontinental, atau dunia. 

Peristiwa di Aarhus menjadi wujud pertama berlakunya sanksi setelah WADA mengeluarkan keputusan pada 7 Oktober.

Atas dasar itu, Fajar berharap kasus dengan Badan Anti-doping Dunia segera diselesaikan. 

"Apalagi di depan ada event besar seperti World Champ dan Asian Games, juga Thomas Cup tahun depan," tutur Alfian. 

Senada dengan Fajar, Marcus Fernaldi Gideon yang juga mengisi pos sektor ganda putra, berharap kasus dengan WADA segera diselesaikan. 

Dia mengaku sedih lantaran bendera Merah-putih tidak berkibar, saat Skuad Garuda menjuarai Thomas Cup.

"Cukup sedih sih engga ada bendera Merah-Putih. Mudah-mudahan masalah WADA cepat beres," pungkas Marcus.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas