Tribun Sport

SEA Games Vietnam

Alysa Melinar, Peraih Emas Wushu Ini Mulai Tampil Di Kejurnas Wushu Tahun 2015

Banyak kejadian menarik dalam gelaran SEA Games ke-31 yang diselenggarakan 12-23 Mei 2022 di Vietnam.

Editor: Toni Bramantoro
zoom-in Alysa Melinar, Peraih Emas Wushu Ini Mulai Tampil Di Kejurnas Wushu Tahun 2015
Dok. pribadi
Alysa Melinar 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Alfarizy AF 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak kejadian menarik dalam gelaran SEA Games ke-31 yang diselenggarakan 12-23 Mei 2022 di Vietnam.

Satu diantaranya peraih Medali Emas cabang olahraga atau Cabor Wushu, Alysa Melinar.

Atlet Indonesia asal Surabaya, Jawa Timur itu berhasil mempersembahkan Medali Emas untuk Indonesia setelah berhasil meraih poin tertinggi dalam Cabor Wushu nomor Taolu Taijiquan Putri.

Perempuan kelahiran Surabaya, 25 Oktober 2001 ini mulai menggeluti olahraga Wushu saat berusia 12 tahun.

Kakak sepupunya lah yang mengenalkan seni beladiri asal negara tirai bambu, Cina tersebut.

"Mulai kenal dengan wushu itu tahun 2012, waktu itu diajak sama kakak sepupu, kebetulan saya nggak ada kegiatan apa-apa, dan diajak coba lihat Wushu dulu," ujar Alysa kepada Tribunnews.com, Selasa (17/5/2022) malam.

Permulaan Alysa dalam perlombaan Wushu tingkat nasional dimulai pada tahun 2015, pada tahun itu ia mulai rutin mengikuti Kejuaraan Nasional.

"Kalau tingkat nasional itu, saya mulai ikut Kejurnas-kejurnas itu tahun 2015," ucap Alysa.

Tak sampai disitu, Alysa pernah menyabet medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua beberapa waktu lalu.

PON XX Papua merupakan kejuaraan PON pertama bagi Alysa, meski sempat tak yakin dengan performanya, Alysa sukses mendulang emas bagi Provinsi Jawa Timur.

Alysa mengaku, beberapa hari sebelum PON berlangsung, kakinya sempat cidera pada bagian pergelangan kakinya, kendati demikian ia tetap menampilkan performa terbaiknya.

"Sempat nggak yakin sih, karena beberapa hari sebelum PON itu kaki cidera ankle, tapi Alhamdulillah masih bisa dapat emas," ucap Alysa.

Pada perlombaan internasionalnya, Alysa merasa takjub dengan pencapaian yang telah ia lalui walaupun mulanya sempat tak percaya diri.

Alysa tercatat sudah mengikuti tiga perlombaan tingkat Internasional, Malaysia Open pada tahun 2017, Kejuaraan Dunia Thaici Bulgaria tahun 2018, dan yang terbaru Sea Games 2021 Vietnam.

"Yang paling berkesan itu pas kejuaraan dunia di Bulgaria, karena itu saya masih junior dan itu perlombaan internasional resmi pertama saya," ujar Alysa.

Dalam SEA Games Vietnam, Alysa turun pada dua nomor pertandingan, yakni tangan kosong dan pedang, namun Alysa harus mengecap kekecewaan pada nomor pertandingan pedang.

Kendati demikian, hal tersebut menjadi motivasi untuknya agar semakin giat berlatih dan tak cepat merasa puas atas pencapaian yang telah ia dapatkan.

"Kemarin pas SEA Games turun di dua nomor, tangan kosong dan pedang, tapi di nomor pedang sempat goyang, jadi di pertandingan-pertandingan berikutnya saya akan berusaha menaikkan level kemampuan saya," kata Mahasiswi Jurusan Pengobatan Tradisional, Universitas Airlangga itu. (M39)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas