Saling Puji Djokovic dan Ronaldo, Singgung Target 1.000 Gol CR7 dan Kekuatan Mental Juara
Pertemuan Djokovic dan Ronaldo di Globe Soccer Awads jadi pengingat, di level tertinggi olahraga, batasan hanya ada jika atlet berhenti percaya.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Drajat Sugiri
Djokovic pun mengaku terkesan dengan apa yang ditetapkan Ronaldo sebagai targetnya, yakni mencapai 1000 gol.
"Penghargaan ini menyampaikan pesan yang sangat kuat. Olahraga bisa mengubah hidup."
"Ketika Cristiano mengatakan ingin mencapai 1.000 gol, Anda bisa melihat kekuatan pikiran. Pikiran mengendalikan segalanya," kata petenis berjuluk Djoker itu.
Sebelumnya, Ronaldo saat menerima penghargaan dari Globe Soccer Awards berbicara tentang targetnya.
Meski kini telah berusia 40 tahun, Ronaldo masih memiliki gairah besar terhadap sepakbola dan bertekad mencapai rekor 1000 gol.
"Sulit untuk terus bermain saat ini, tetapi semangat saya selalu tinggi, dan saya masih termotivasi untuk melanjutkan karier saya, di mana pun saya bermain, baik di Eropa maupun Timur Tengah." kata Ronaldo, dikutip dari Al Aawsat.
"Saya selalu menikmati bermain sepak bola dan mencetak lebih banyak gol, dan saya ingin melanjutkan karier saya," kata Ronaldo setelah menerima penghargaan pemain terbaik Timur Tengah 2025.
"Tujuan saya saat ini adalah memenangkan setiap kejuaraan yang mungkin, dan saya ingin mencapai angka yang kalian semua ketahui, yaitu mencetak seribu gol, dan saya akan mencapai angka itu tanpa cedera, insya Allah," jelas Ronaldo.
Baca juga: Djokovic Sodorkan Kejutan di Akhir, Daftar Pemain ATP Finals 2025 Resmi Berubah
Evolusi Globe Soccer Awards
Sejak pertama kali digelar pada 2010, Globe Soccer Awards identik dengan sepak bola elite dunia.
Ronaldo menjadi figur sentral dengan koleksi 14 trofi di berbagai kategori, termasuk enam kali sebagai pemain terbaik dunia versi ajang tersebut.
Pada edisi 2025, kapten Al Nassr dan Timnas Portugal itu juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Timur Tengah.
Namun, hadirnya Globe Sports Award menandai babak baru. Penghargaan ini dirancang untuk mengapresiasi atlet dari berbagai cabang olahraga yang dinilai memiliki jejak prestasi, pengaruh global, serta kontribusi jangka panjang.
Djokovic menjadi penerima pertama, sebuah simbol bahwa kehebatan atletik tak dibatasi oleh satu arena saja.
"Berada di sini dan bisa berbicara tentang bagaimana olahraga dapat menginspirasi anak-anak di seluruh dunia adalah sesuatu yang membuat saya bangga. Ini bukan hanya tentang saya, tetapi tentang semua atlet," kata dia.
Di luar sorotan panggung penghargaan, Djokovic tetap menatap ke depan. Ia tengah mempersiapkan diri menyambut musim 2026, dengan Adelaide International sebagai turnamen pembuka.
Ajang tersebut akan menjadi satu-satunya pemanasan sebelum ia tampil di Australian Open, Grand Slam pertama musim ini.
Sebagai unggulan keempat, Djokovic membawa ambisi besar untuk melampaui capaian musim sebelumnya, di mana langkahnya selalu terhenti di semifinal pada empat turnamen Grand Slam sepanjang 2025.
(Tribunnews.com/Tio)
Baca tanpa iklan