Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Milano Cortina 2026: Menyelamatkan Napas Olimpiade dengan Model Multi-Tuan Rumah

Siasat Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan, Italia, memakai model multi-tuan rumah untuk menyelamatkan eksistensi event.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri

Angka ini jauh lebih waras jika dibandingkan dengan Olimpiade Musim Panas, Paris 2024 yang menyentuh $10 Miliar (sekitar Rp160 Triliun), atau Beijing 2008 yang mencapai $40 Miliar (sekitar Rp640 Triliun).

Risiko Efisiensi

Tujuan dari eksperimen efisiensi ini jelas bukan tanpa risiko sebagaimana dilaporkan oleh The Guardian.

Dengan lokasi yang sangat tersebar, para atlet dan penonton harus menghadapi tantangan logistik yang nyata.

Selain itu, kehangatan "Olympic Village" yang biasanya menyatukan seluruh atlet dari berbagai cabang kini tersebar di berbagai klaster. Namun, bagi penyelenggara menyebutkan ini pengorbanan kecil demi tujuan besar.

Model ini membuktikan bahwa Olimpiade tidak lagi harus menjadi venue eksklusif bagi negara yang mau membuang uang.

lihat fotoOLIMPIADE MUSIM DINGIN - Pembawa obor memindahkan api di antara obor selama upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, di Stadion Nasional, yang dikenal sebagai Sarang Burung, di Beijing, pada 4 Februari 2022. (Photo by Anthony WALLACE / POOL / AFP)
OLIMPIADE MUSIM DINGIN - Pembawa obor memindahkan api di antara obor selama upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, di Stadion Nasional, yang dikenal sebagai Sarang Burung, di Beijing, pada 4 Februari 2022. (Foto Arsip Februari 2022). (Photo by Anthony WALLACE / POOL / AFP)

Pesan dari Milano Cortina 2026

Milano Cortina 2026 adalah tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2026 dengan konsep baru memberi pesan bagi dunia.

Melansir International Journal of Sport Policy and Politics, olimpiade harus beradaptasi dengan kondisi kota, bukan sebaliknya. Jika eksperimen Italia ini sukses secara finansial maupun penyelenggaraan maka kan berefek kepada negara lain.

Rekomendasi Untuk Anda

Khususnya negara lain akan membukakan pintunya agar mau mengajukan diri untuk berkolaborasi menjadi tuan rumah bersama.

Ini bukan sekadar tentang medali atau rekor baru, melainkan tentang bagaimana menjaga agar api Olimpiade tetap bisa menyala tanpa harus membakar ekonomi negara tuan rumahnya.

(Tribunnews.com/Niken)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas