Wanti-wanti Herry IP: China, Indonesia, dan Prancis Bisa Menggila di Piala Thomas 2026
Pelatih Malaysia, Herry IP, mengingatkan hasil All England Open 2026 tidak bisa dijadikan tolok ukur utama untuk menilai kekuatan tim di Piala Thomas.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Hasil All England Open 2026 menghadirkan sejumlah kejutan, termasuk kegagalan banyak pemain unggulan China dan Indonesia di sektor tunggal maupun ganda putra.
- Namun pelatih Herry Iman Pierngadi menegaskan bahwa hasil turnamen individu tidak bisa dijadikan tolok ukur kekuatan tim menjelang Thomas Cup.
- Ia memperingatkan Tim Putra Malaysia agar tidak meremehkan China, Indonesia, serta Prancis yang dinilai tetap berpotensi menjadi ancaman besar dalam turnamen beregu tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, mengingatkan bahwa hasil All England Open tidak bisa dijadikan tolok ukur utama untuk menilai kekuatan tim menjelang Thomas Cup.
Menurutnya, beberapa negara besar seperti China dan Indonesia tetap berpotensi tampil jauh lebih kuat di turnamen beregu Piala Thomas 2026 bulan depan.
Dalam All England 2026 pekan lalu, sejumlah kejutan memang terjadi, di mana para pemain unggulan China dan Indonesia sektor tunggal maupun putra tak berhasil ke final.
Di sektor tunggal putra, gelar juara justru diraih wakil Taiwan Lin Chun-yi yang mengalahkan pemain India Lakshya Sen di final.
Lakshya Sen sendiri sebelumnya juga menjadi sorotan setelah menyingkirkan unggulan utama asal China Shi Yuqi di babak pertama.
Penampilan pemain China di sektor ini memang jauh dari kata meyakinkan. Dari empat wakil, tiga diantaranya gugur di babak pertama.
Selain Shi Yuqi, dua pemain lain seperti Lu Guangzu dan Weng Hongyang juga harus tersingkir lebih awal dari turnamen tertua di ajang bulu tangkis tersebut.
Baca juga: Lee Chong Wei Tak Panik Sikapi Hasil Minor Tunggal Putra Malaysia Jelang Thomas Cup 2026
Di sektor ganda putra, pasangan Korea Selatan Seo Seung-jae/Kim Won-ho keluar sebagai juara setelah menumbangkan wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik dalam pertandingan tiga gim.
Indonesia yang di empat edisi All England terakhir mengirim setidaknya satu wakil di final ganda putra, gagal menembus final meski menurunkan lima pasangan di All England kali ini.
Hasil terbaik datang dari pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang mampu mencapai semifinal sebelum dihentikan pasangan Korea Selatan.
Namun demikian, Herry IP yang pernah melatih ganda Indonesia, menilai skaud Merah Putih tetap menjadi salah satu kekuatan besar dalam Piala Thomas.
Menurutnya, negara seperti China dan Indonesia tetap menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam turnamen beregu tersebut.
Ia pun mengingatkan tim putra Malaysia, bahwa kekuatan tim China justru bisa lebih merata dalam format beregu karena memiliki banyak pemain dengan level kompetitif yang hampir setara.
"China dan Indonesia masih bisa sangat kuat di Thomas Cup. Mereka mungkin tidak terlalu menonjol di All England, tetapi kompetisi beregu sangat berbeda," ujar Herry IP, dikutip The Star.
China sendiri merupakan juara bertahan setelah menjadi juara di 2024, mengalahkan Indonesia.
Baca juga: Lee Zii Jia Resmi Masuk Skuad Malaysia Thomas Cup 2026 setelah Negosiasi Alot