Alcaraz Pulang Cepat dari Miami Open, Pembelaan Bagi Carlitos Datang dari Rafael Nadal
Kekalahan Carlos Alcaraz di babak 32 besar Miami Open 2026 mendapatkan pembelaan dari legenda hidup tenis dunia asal Spanyol, Rafael Nadal.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Kekalahan Carlos Alcaraz di babak 32 besar Miami Open mendapatkan pembelaan dari Rafael Nadal.
- Nadal menyebut kekalahan semacam itu wajar terjadi bagi para petenis.
- Lagipula Alcaraz sudah memenangkan banyak hal di usia yang masih sangat muda.
TRIBUNNEWS.COM - Kekalahan mengejutkan Carlos Alcaraz di babak 32 besar Miami Open 2026 barangkali mengundang banyak sorotan negatif.
Tak seharunya pemain unggulan satu tersebut gugur cepat di fase yang semestinya ia menangkan.
Apalagi lawan yang dihadapi Nadal kala itu bukanlah unggulan yang biasanya akan merepotkan.
Alcaraz saat itu berhadapan dengan pemain non-unggulan asal Amerika Serikat, Sebastien Korda.
Baca juga: Pola Mirip Nasib Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner di Awal 2026
Apes bagi petenis yang akrab disapa Carlitos itu, ia malah tumbang dari Korda dengan skor set 1-2.
Kekalahan tersebut membuat ajang Miami Open tak akan menjadi turnamen yang memiliki salah satu final impian.
Merujuk ide final impian tersebut, situasinya cocok disematkan kepada pertemuan antara Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner.
Kebetulan Sinner dan Alcaraz sangat konsisten menguasai peringkat satu dunia tenis putra setidaknya dalam 3 tahun terakhir.
Di Miami Open kali ini, hanya Jannik Sinner saja yang masih meneruskan perjuangannya.
Sinner masih belum terbendung lawan-lawan yang dihadapi.
Perbedaan nasib antara Alcaraz dan Sinner itu ternyata tak menjadi masalah besar bagi salah satu panutan tenis dunia, Rafael Nadal.
Nadal yang juga dikagumi Alcaraz membela Carlitos yang sudah berjuang keras dalam beberapa tahun terakhir.
Petenis Spanyol itu membuktikan ia bisa membawa banyak trofi dan prestise besar lainnya lewat kemenangan-kemenangan di turnamen besar.
Tak masalah baginya melihat Alcaraz kalah di beberapa pertandingan.
Hal tersebut wajar lantaran semua pemain memiliki batas dan pada saat yang sama selalu berjuang menjadi lebih baik.
Baca tanpa iklan