Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Tim Thomas Indonesia Dilipat Prancis, Sabar/Reza: Mereka Benar-benar Berbeda dari Sebelumnya

Sabar/Reza menyebut pasangan Prancis tampil jauh lebih percaya diri dibanding dua pertemuan sebelumnya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Tim Thomas Indonesia Dilipat Prancis, Sabar/Reza: Mereka Benar-benar Berbeda dari Sebelumnya
Tribunnews.com/Dok: PBSI
KALAH IDENTIK - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus mengakui keunggulan pasangan Eloi Adam/Leo Rossi lewat pertandingan dua gim dengan skor identik 19-21, 19-21. dok: PBSI 

Tim Thomas Indonesia Dilipat Prancis, Sabar/Reza: Mereka Benar-benar Berbeda dari Sebelumnya

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, gagal menyumbang poin saat menghadapi Prancis pada laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026).

Sabar/Reza harus mengakui keunggulan pasangan Eloi Adam/Leo Rossi lewat pertandingan dua gim dengan skor identik 19-21, 19-21. 

Kekalahan tersebut membuat Indonesia tertinggal 4-0 dari Prancis.

Baca juga: Di Balik Kejutan Kalahnya Anthony Ginting dari Toma Popov: Ketajaman Hilang Saat Poin Kritis

Tim Thomas Indonesia akhirnya dipastikan gagal lolos dari fase grup dan tak mampu melaju ke babak perempat final Thomas Cup 2026.

Sebelumnya, Indonesia sudah kehilangan tiga poin lewat kekalahan Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting di sektor tunggal putra. Satu-satunya poin Merah Putih diraih dari sektor ganda.

Usai pertandingan, Sabar mengakui dirinya dan Reza sudah berusaha menampilkan permainan terbaik. 

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, pasangan Prancis tampil jauh lebih percaya diri dibanding dua pertemuan sebelumnya.

“Kami sudah mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik di gim tadi. Tapi kami harus akui bahwa Prancis bermain sangat baik, sangat percaya diri. Kami pernah bertemu mereka dua kali dan hari ini permainannya jauh berbeda dari dua pertemuan itu,” ujar Sabar.

Menurut Sabar, keberhasilan Prancis memenangi tiga pertandingan awal membuat lawan tampil dengan motivasi dan keyakinan tinggi. 

Sebaliknya, dirinya dan Reza justru kesulitan mengontrol tekanan di tengah situasi tim yang tertinggal.

“Mereka mempunyai kepercayaan diri, di tiga pertandingan awal mereka sudah menang dan itu membuat asa yang tinggi. Sebaliknya kami berdua tidak bisa kontrol tekanan itu,” terangnya.

Pebulutangkis berusia 30 tahun itu menilai pertandingan beregu seperti Piala Thomas memberikan pengalaman dan pelajaran besar, terutama dalam menjaga mental ketika tim berada dalam posisi tertekan.

“Ini menjadi pembelajaran berharga buat kami berdua untuk kedepannya dan mudah-mudahan tim Indonesia bisa kembali dengan lebih kuat,”

“Pelajaran dan pengalaman besar buat kami bagaimana untuk mengontrol tekanan di turnamen beregu seperti ini. Tidak mudah apalagi dengan kondisi tim yang sedang tertinggal,” jela Fajar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas