Kata Kapten Tim Thomas Indonesia Fajar Alfian Soal Kegagalan di Thomas Cup 2026
Fajar mengakui seluruh pemain sudah berjuang maksimal demi membawa Indonesia lolos ke fase gugur.
Penulis:
Abdul Majid
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Kata Kapten Tim Thomas Indonesia Fajar Alfian Soal Kegagalan di Thomas Cup 2026
Abdul Majid/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapten Tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia setelah langkah tim Thomas Indonesia terhenti pada fase grup Thomas & Uber Cup Finals 2026 di Horsens, Denmark.
Indonesia gagal melaju ke babak perempat final usai kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D.
Hasil tersebut membuat Indonesia finis di posisi ketiga klasemen akhir grup.
Baca juga: Tersingkir dari Thomas Cup 2026, Indonesia Disebut Main Tanpa Semangat saat Kalah dari Prancis
Fajar mengakui seluruh pemain sudah berjuang maksimal demi membawa Indonesia lolos ke fase gugur.
Namun, ia juga menilai Prancis tampil lebih baik dalam pertandingan tersebut.
“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik,” ujar Fajar Alfian.
Pebulutangkis ganda putra andalan Indonesia itu juga mengakui performa tim belum berada dalam level terbaik selama turnamen berlangsung.
Meski demikian, Fajar menegaskan hasil ini akan menjadi pelajaran penting untuk menatap turnamen berikutnya.
“Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan,” ucap Fajar.
“Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” sambung Fajar.
Kegagalan Indonesia di Thomas Cup 2026 pun menjadi bahan evaluasi penting bagi PP PBSI.
Fokus pembinaan ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa pemain, kesiapan fisik, hingga mental bertanding saat menghadapi laga-laga krusial.
Selain itu, PBSI juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang diperlihatkan Prancis sepanjang fase grup.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk kembali bersaing di turnamen beregu internasional mendatang.
Baca tanpa iklan