Duel Ulangan Indonesia vs Korea Selatan di Semifinal Uber 2026: Ujian Berat dengan Wajah Baru
Semifinal Piala Uber 2026 menghadirkan ulangan menarik dari edisi dua tahun lalu. Tim putri Indonesia kembali berhadapan dengan Korea Selatan.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- Semifinal Piala Uber 2026 kembali mempertemukan Indonesia vs Korea Selatan, mengulang duel edisi sebelumnya saat Indonesia menciptakan kejutan.
- Kali ini, Indonesia datang dengan banyak perubahan skuad, sementara Korea Selatan tetap solid dengan kekuatan utama yang lebih unggul secara peringkat.
- Meski berstatus underdog, peluang Indonesia tetap terbuka terutama dari sektor ganda yang sempat mencatat kemenangan penting atas lawan.
TRIBUNNEWS.COM - Semifinal Piala Uber 2026 menghadirkan ulangan menarik dari edisi dua tahun lalu. Tim putri Indonesia kembali berhadapan dengan Korea Selatan, sementara Jepang menantang China di laga lainnya.
Pada semifinal sebelumnya, Indonesia sempat menciptakan kejutan dengan menyingkirkan Korea Selatan.
Di sisi lain, China mengalahkan Jepang untuk melaju ke final dan kemudian menundukkan Indonesia 3-0 di partai puncak.
Kemenangan itu sekaligus mengantarkan Negeri Tirai Bambu meraih gelar ke-16 Piala Uber.
Kini, komposisi semifinal memang terlihat serupa. Namun, peluang terulangnya final yang sama masih sulit diprediksi, terutama melihat perubahan signifikan di kubu Indonesia.
Dari total 10 pemain pada edisi sebelumnya, hanya empat nama yang masih bertahan—tiga dari sektor ganda dan satu di tunggal putri. Bahkan di sektor ganda, terjadi perombakan pasangan yang cukup besar.
Dua tahun lalu, Siti Fadia Silva Ramadhanti berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Kini, ia bermain bersama Amallia Cahaya Pratiwi.
Baca juga: Jadwal Semifinal Uber Cup 2026: Duel Ulangan Indonesia vs Korea Selatan, China Tantang Jepang
Sementara itu, Rachel Allessya Rose yang sebelumnya berduet dengan Meilysa Trias Puspita Sari kini berpasangan dengan Febi Setianingrum. Adapun Meilysa kini berduet dengan Febriana Dwipuji Kusuma.
Perbedaan jelas mencolok pada sektor tunggal putri dengan hanya Ester Nurumi yang masih tersisa di Indonesia.
Putri KW kini menjadi andalan pertama, diikuti Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi & Thalita Ramadhani Wiryawan yang menjadi opsi lain.
Berbeda dengan Indonesia, Korea Selatan masih mempertahankan mayoritas kekuatan terbaiknya, meski ada sedikit penyesuaian di sektor ganda.
Di tunggal putri, mereka tetap mengandalkan An Se-young dan Sim Yu-jin, ditambah Kim Ga-eun yang kini menempati peringkat 16 dunia.
Perkembangan signifikan terlihat pada Sim Yu-jin yang melonjak dari peringkat 38 pada 2024 ke posisi 19 di 2026.
Pada pertemuan dua tahun lalu, Korea juga tidak tampil dengan kekuatan penuh karena An Se-young absen saat melawan Indonesia akibat cedera.
Kini situasinya berbeda. An Se-young datang dalam kondisi prima, bahkan belum tersentuh kekalahan di Piala Uber kali ini.
Baca tanpa iklan