Malaysia Serasa Rumah Kedua bagi Ratchanok Intanon, Dominasi di Axiata Arena Terus Berlanjut
Ratchanok Intanon kembali berjaya di Axiata Arena setelah menjuarai Malaysia Masters 2026 dan menyebut Malaysia sebagai rumah keduanya.
Penulis:
Isnaini Nurdianti
Editor:
Dwi Setiawan
Di balik keberhasilannya meraih gelar juara, Intanon ternyata sempat dihantui rasa khawatir akibat cedera yang dialaminya saat tampil di Thailand Open pekan sebelumnya.
Pebulu tangkis kelahiran 5 Februari 1995 itu mengaku trauma dengan cedera yang masih membekas dalam pikirannya.
Meski begitu, Intanon mencoba untuk tetap berpikir positif dan menikmati setiap proses yang dijalaninya.
"Saya sedikit takut, seperti ada bekas luka di hati akibat cedera itu."
"Saat bangun tidur, saya hanya berusaha melakukan yang terbaik setiap hari. Saya mencoba membuat hati saya bahagia jika saya masih bisa membuka mata," ungkap Intanon.
Selebrasi Tidur dan 6-7 Jadi Perhatian
Selain penampilannya di lapangan, Intanon juga mencuri perhatian lewat selebrasi unik yang dilakukannya selama turnamen berlangsung.
Salah satunya adalah pose "tidur" yang ternyata terinspirasi dari jadwal pertandingan malam hari.
"Untuk selebrasi tidur, saya memulainya setelah bermain di pertandingan larut malam, seperti pukul 10 atau 11 malam. Pose itu seperti saya sedang mengucapkan selamat malam," jelas Intanon.
Tak hanya itu, selebrasi "6-7" yang sedang populer di kalangan Generasi Alpha juga ikut diperagakannya.
Ia pun mengaku senang ketika para penonton meneriakkan nama dirinya dengan tambahan tren tersebut.
"Itu sedang viral di kalangan Gen Alpha. Jadi saya merasa bisa memenangkan hati mereka."
"Ketika mereka memanggil nama saya, ‘Intanon 6-7’, saya merasa seperti masih muda dan semakin menikmati bermain di sini," ujarnya.
Masih Memiliki Ambisi Tampil di Olimpiade 2028
Meski telah berusia 31 tahun, Intanon menegaskan dirinya masih memiliki motivasi besar untuk terus bersaing di level tertinggi, termasuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
Namun, ia menyadari persaingan untuk mendapatkan tiket Olimpiade akan semakin berat karena banyak pemain muda Thailand yang mulai berkembang.
"Saya tidak tahu apakah saya bisa lolos ke Olimpiade atau tidak karena generasi muda Thailand juga sedang bermunculan sekarang," tambah Intanon.
Meski begitu, Intanon memastikan dirinya tidak ingin sekadar tampil jika nantinya berhasil lolos ke Los Angeles.
"Jika saya bisa pergi ke Olimpiade, saya tidak ingin hanya berada di sana demi mencetak rekor penampilan kelima. Saya ingin memenangkan medali."
"Aku harus berjuang dengan segenap kekuatanku," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Isnaini)