Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●

Sorotan Mundurnya Kunlavut dan Satwik/Chirag di Polytron Indonesia Open 2026, Setor Muka Lalu Cabut

Mundurnya Kunlavut Vitidsarn dan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty di 32 besar Indonesia Open 2026 memicu kembali polemik aturan denda BWF.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sorotan Mundurnya Kunlavut dan Satwik/Chirag di Polytron Indonesia Open 2026, Setor Muka Lalu Cabut
Badminton Asia
KUNLAVUT VITIDSARN - Tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn saat berhadapan dengan Lu Guangzu final Badminton Asia Championships 2025 di Ningbo, China, pada 13 April 2025. Mundurnya Kunlavut Vitidsarn dan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty di 32 besar Indonesia Open 2026 memicu kembali polemik aturan denda BWF. (Foto: Badminton Asia) 

Pasangan India ranking empat dunia itu tertinggal 6-11 di gim pertama sebelum memutuskan menghentikan pertandingan. 

Satwik terlihat beberapa kali memegangi bahu kanannya yang memang masih bermasalah sejak awal tahun.

Federasi Bulu Tangkis India kemudian memastikan pasangan tersebut akan fokus pada proses pemulihan demi menghadapi turnamen penting berikutnya.

"Pasangan ini sekarang akan fokus pada pemulihan dan rehabilitasi saat mereka mempersiapkan turnamen penting di depan," tulis Asosiasi Bulutangkis India.

Fenomena mundurnya pemain-pemain elite ini kini mulai menuai kritik dari penggemar maupun pemerhati bulu tangkis dunia.

"Sehebat apa pun pemain, kalau dipaksa hadir dalam kondisi tidak fit bukankah malah memperburuk kondisi mereka?" tulis salah satu komentar yang ramai dibahas di media sosial.

Komentar lain bahkan menyebut aturan denda yang diterapkan BWF membuat pemain hanya melakukan perjalanan yang tidak perlu dibanding fokus menjalani pemulihan.

Rekomendasi Untuk Anda

 "Banyak yang retired. Kunlavut melakukannya, Loh Kean Yew juga… dan lucunya, Anda tidak bisa mengundurkan diri dari turnamen tanpa denda yang besar," tulis seorang penggemar di X.

Baca juga: Polytron Indonesia Open 2026 Dipenuhi Kejutan: 2 Juara Singapore Open Rungkad, Fajar/Fikri Nyesek

Jadwal Padat BWF Jadi Sorotan

Fenomena retired di babak 32 besar Polytron Indonesia Open 2026 juga menimpa tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew.

Setelah menjalani lima pertandingan tiga gim dengan total durasi lebih dari 300 menit di Singapore Open, Loh mengalami cedera otot perut saat melawan Angus Ng dari Hong Kong.

Juara Dunia 2021 tunggal putra ini sempat bermain ketat dalam dua gim. Namun setelah kalah di gim kedua, Loh tak melanjutkan bermain di gim ketiga.

"Saya mengalami cedera otot perut sejak gim pertama. Mungkin karena kelelahan dari pekan lalu," ujar Loh Kean Yew kepada The Straits Times.

Pelatih pendamping Loh bahkan mengakui keputusan mundur diambil agar cedera tidak semakin parah dan sang pemain bisa tampil optimal pada Kejuaraan Dunia serta Asian Games yang akan datang.

Rentetan kejadian tersebut memperlihatkan sisi lain dari padatnya kalender bulu tangkis internasional.

Di satu sisi, BWF ingin memastikan turnamen-turnamen besar diikuti para pemain terbaik dunia demi menjaga kualitas kompetisi dan nilai komersial.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas