Juara Polytron Indonesia Open 2026 Puji Tinggi Raymond/Joaquin: Bakal Jadi Salah Satu MD Terbaik
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memang gagal menjadi juara di Polytron Indonesia Open 2026, namun permainannya tetap dipuji pasangan juara Goh/Nur.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Menurut Izzuddin, momen kebangkitan tersebut lahir karena mereka memilih tetap tenang meski sempat berada dalam situasi sulit.
"Gim kedua sangat ketat. Mereka bermain sangat baik pada dua gim pertama. Tentu kami sempat ragu, tetapi kami hanya fokus pada setiap poin," kata Izzuddin.
Sementara Goh mengakui atmosfer Istora selalu menjadi tantangan tersendiri bagi pemain lawan.
"Sejujurnya tidak mudah bermain di Istora. Kami bersyukur bisa kembali meraih hasil bagus di sini," ujar Goh.
Pelajaran Berharga untuk Raymond/Joaquin
Di sisi lain, Raymond dan Joaquin mengakui kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting dalam perjalanan karier mereka.
Joaquin menilai sebenarnya mereka sempat memegang kendali pertandingan hingga pertengahan gim kedua.
Namun beberapa kesalahan beruntun membuat momentum berpindah ke kubu lawan.
"Pertandingan tadi menjadi pelajaran penting buat kami. Secara keseluruhan saya rasa sudah all out."
"Kami sudah mengeluarkan semua kemampuan yang kami punya," ujar Joaquin melalui rilis PBSI.
"Kami benar-benar mengontrol pertandingan dari awal sampai unggul 14-8."
"Setelah lawan mendapat satu dua poin, mungkin mereka melihat kami sempat bingung dan mereka langsung mengambil momentum itu," kata pemain 20 tahun ini.
Hal senada disampaikan Raymond. Menurutnya, pengalaman bermain di level tertinggi menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut.
"Lawan adalah pemain yang pengalamannya sangat banyak di turnamen-turnamen besar."
"Mungkin kami harus lebih waspada lagi di pertandingan berikutnya dan menjaga konsentrasi saat sudah unggul," kata Raymond.
Baca juga: Klasemen Trofi BWF World Tour: Indonesia Masih Nirgelar Super 1000, Australia Open 2026 Menanti
Kekalahan yang Tetap Membawa Harapan
Meski gagal mempersembahkan gelar bagi Indonesia, pencapaian Raymond/Joaquin tetap layak diapresiasi.