Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Sport
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Catatan Kritis Semifinal IBL 2026: Empat Momen yang Memicu Perdebatan

Isu soal konsistensi wasit ini menjadi semakin penting karena Final IBL 2026 semakin dekat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Catatan Kritis Semifinal IBL 2026: Empat Momen yang Memicu Perdebatan
Tribunnews.com/Tangkap Layar/HO/IST
SENGIT - Tangkap layar siaran langsung yang menunjukkan duel sengit Pelita Jaya Jakarta menghadapi Dewa United Banten pada babak semifinal IBL 2026. Pertandingan berlangsung ketat hingga detik-detik terakhir dan diwarnai sejumlah keputusan perwasitan yang menjadi sorotan publik. 

Catatan Kritis Semifinal IBL 2026: Empat Momen yang Memicu Perdebatan
 

Ringkasan Berita:
  • Empat momen perwasitan di semifinal IBL 2026 menjadi sorotan, mulai dari dugaan offensive foul hingga pemberian technical foul.
  • Kehadiran wasit asing dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan konsistensi dan transparansi keputusan di lapangan.
  • Menjelang Final IBL 2026, publik berharap hasil pertandingan ditentukan oleh kualitas permainan, bukan kontroversi perwasitan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Babak semifinal kompetisi basket IBL 2026 yang berlangsung pada 6-15 Juni menghadirkan pertandingan dengan tensi tinggi dan kualitas permainan yang kompetitif. 

Persaingan antara tim-tim terbaik Indonesia menyuguhkan duel menarik, tetapi di balik itu sejumlah keputusan perwasitan justru menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan.

Kehadiran wasit asing sebelumnya diharapkan mampu meningkatkan kualitas, konsistensi, dan akurasi pengambilan keputusan di lapangan.

Baca juga: Bogor Hornbills di Ambang Sejarah: Tumbangkan Satria Muda 93-82, Selangkah Lagi ke Final IBL

Namun, beberapa insiden selama semifinal justru memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kebijakan tersebut.

Pemerhati dan kreator konten basket Indonesia, Ilham Patria, dalam analisisnya yang dikutip Kamis (11/6/2026), menyebut kalau sorotan pertama muncul pada Game 1 antara Pelita Jaya Jakarta melawan Dewa United Banten.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada penguasaan bola terakhir, terjadi kontak antara Troy Gillenwater dan Perrin Buford sebelum terciptanya poin penentu kemenangan.

Sejumlah pihak menilai ada dorongan yang berpotensi masuk kategori offensive foul, tetapi pelanggaran itu tidak dinyatakan oleh wasit.

Kontroversi berlanjut pada Game 2 Pelita Jaya kontra Dewa United.

Pelatih kepala Dewa United, Agustin Julbe Bosch, menerima technical foul pada babak pertama.

Keputusan itu memicu perdebatan karena dinilai tidak didahului dengan peringatan yang jelas.

"Sementara itu, pada Game 1 Satria Muda Bandung menghadapi Bogor Hornbills, pelatih Bogor Hornbills, Cesar Camara Perez, juga dijatuhi technical foul yang memunculkan tanda tanya. Bahkan, komentator pertandingan ikut mempertanyakan dasar keputusan tersebut," katanya.

Masih dari laga yang sama, publik basket juga menyoroti situasi yang melibatkan Daniel Wenas dan Shandy Ibrahim.

Muncul perdebatan apakah ruang pendaratan (landing space) bagi Shandy telah diberikan sesuai interpretasi aturan modern yang bertujuan melindungi pemain saat melakukan tembakan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas