Persebaya Bidik Striker dan Bek Lokal Top Level
"Kami mengincar striker dan bek lokal yang top level. Mereka sudah memiliki nama besar di kompetisi ISL," tegas Gede.
TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Usai menggaet bek brasil, Otavio Dutra, lantas tak membuat Persebaya Surabaya puas.
Bahkan, tim kebanggaan Bonekmania ini mengaku masih membidik bek lokal kelas wahid.
Hal ini disampaikan CEO Persebaya, Gede Widiade. Menurutnya, Persebaya tak hanya membidik bek lokal saja, namun Persebaya juga sedang membidik striker lokal jempolan.
"Kami mengincar striker dan bek lokal yang top level. Mereka sudah memiliki nama besar di kompetisi ISL," tegas Gede.
Hanya saja, saat disinggung perihal identitas striker dan bek ini, Gede enggan membeberkannya kepada wartawan.
Gede mengaku tidak enak membeberkan identitas mereka ketika proses perekrutan belum final.
"Saya nggak mau menyebutkan identitas mereka dulu," katanya.
Namun, Gede mengungkapkan, striker dan bek top level ini memperkuat tim raksasa di ISL 2014 ini.
"Mereka memperkuat tim empat besar ISL 2014," ucap Gede.
Seperti diketahui, empat tim ini adalah Persib Bandung, Persipura Jayapura, Arema Cronus, dan Pelita Bandung Raya (PBR). Jadi bisa diartikan, striker dan bek incaran Persebaya berasal dari empat tim tersebut.
"Intinya saya tidak mau memaksa pemain. Kalau tidak bisa mendapatkan pemain tersebut, maka akan mencari pemain lain," tandas Gede.
Terlepas dari bidikan terhadap striker dan bek lokal ini, Persebaya masih fokus menyelesaikan proses perekrutan terhadap dua legiun asing asal Argentina.
Mereka adalah Nicolas Abot dan Benito Felix Montalvo.
Nicolas dan Benito sudah menjalani tes kesehatan. Menurut Gede, hasil tes kesehatan ini menyebutkan, kedua pemain itu tidak punya masalah dengan kesehatannya.
"Tes kesehatan tidak masalah. Kemudian mereka akan melakukan tes fisik dan legalitas yang meliputi dokumen-dokumen. Kalau ketiga tes ini lancar, maka mereka akan dikontrak," katanya.
Sekedar diketahui, Nicolas dan Benito sebelumnya adalah pemain Jumarla, kontestan Liga Latvia. Di musim ini, Jumarla berjalan terseok-seok dan terpuruk di kompetisi.
Perihal prestasi Jumarla ini, Gede tak seberapa merisaukannya.
"Kami tidak melihat tim mereka yang buruk. Tapi kami lebih melihat kemampuan individu mereka. Kami menilai mereka cocok dengan iklim sepakbola Surabaya yang keras dan ngeyel," ujarnya. (eko darmoko)