Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Piala Eropa 2016

Dimitri Payet Ketagihan Jadi Eksekutor Tendangan Bebas

Dimitri Payet semringah setelah menjadi pahlawan kemenangan 3-2 Prancis atas Kamerun pada laga persahabatan di Stade de la Beaujoire

Dimitri Payet Ketagihan Jadi Eksekutor Tendangan Bebas
gettyeimages.ie
Dimitri Payet 

TRIBUNNEWS.COM, PERANCIS - Dimitri Payet semringah setelah menjadi pahlawan kemenangan 3-2 Prancis atas Kamerun pada laga persahabatan di Stade de la Beaujoire, Selasa (31/5) dini hari waktu Indonesia. Dimitri Payet mengaku ketagihan mencetak gol lewat tendangan bebas dan akan menjadi eksekutor tendangan bebas Les Blues pada laga-laga berikutnya.

Gelandang serang West Ham itu menentukan kemenangan Prancis lewat golnya dari tendangan bebas pada menit ke-90. Bola hasil tendangan Payet meluncur deras ke gawang kawalan Fabrice Ondoa. Ondoa tidak mampu menjangkau bola yang mengarah ke pojok kanan atasnya.

"Ketika anda mencetak satu gol, lalu dua, lalu tiga, penonton pasti berharap anda mencetak gpl setiap kali mengambil tendangan bebas. Hal itu tidak selalu terjadi, meskipun malam ini berhasil," ujar Payet seperti dikutip L'Equipe.

Gol tersebut merupakan gol ketiga Payet dari 18 penampilan bersama Les Blues. Payet selalu mencetak gol dalam dua pertandingan beruntun bersama Les Blues. Terakhir Payet menjebol gawang Rusia pada 29 Maret silam, juga lewat tendangan bebas.

"Saya tidak tahu jika gol saya membuat kami aman, namun gol itu membuat kami menang ketiga gol kedua mereka sedikit kontroversial," kata pria 29 tahun itu.

Gol ini terasa semakin spesial karena tercipta di Stade de la Beaujoire, kandang FC Nantes, klub Ligue 1. Payet mengawali kariernya sebagai pemain profesional bersama Nantes pada rentang 2005 hingga 2007.

"Kembali ke stadion ini terasa spesial, di mana saya menghabiskan dua musim yang indah. Saya senang bisa merasakan dukungan pendukung di belakang kami," kata Payet.

Blunder Rami

Prancis membuka keunggulan lewat gol Blaise Matuidi pada menit ke-20. Kamerun mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dua menit berselang lewat gol Vincent Aboubakar. Olivier Giroud sempat membawa Prancis kembali unggul pada menit ke-41, namun Eric Maxim Choupo-Moting menyamakan kedudukan pada menit ke-88.

Dua gol Kamerun tercipta karena kesalahan Adil Rami. Vincent Aboubakar lolos dari kawalan Rami sebelum mencetak gol. Rami kemudian kalah saat berduel di udara dengan Choupo-Moting.

"Saya pikir saya ketakutan. Saya tahu saya membuat kesalahan, namun lebih baik melakukan kesalahan itu sekarang daripada nanti," ujar bek Sevilla tersebut kepada Canal Plus.

Adil Rami baru bergabung dengan skuat Les Blues. Didier Deschamps, pelatih tim nasional Prancis, menunjuk Rami untuk menggantikan Raphael Varane yang cedera. Rami mengaku baru mulai mengenal rekan-rekan setimnya. Menurut Rami, beberapa pekan terakhir sangat sulit karena jadwalnya padat.

"Saya tetap tenang, berkat tim kami bisa menang. Ini titik yang sangat positif. Terkadang saya menjalani pertandingan besar dan saya kalah. Saya belajar dari itu dan mengambil hikmahnya," kata Rami, pemilik 27 cap bersama Les Blues.

Didier Deschamps memaklumi kesalahan Adil Rami dan yakin kesalahan itu bisa diperbaiki. Menurut Deschamps, laga melawan Kamerun adalah kesempatan pertama Rami berduet dengan Laurent Koscielny di jantung pertahanan.

"Kami punya kualitas lebih dan itulah sebabnya kami belum melakukan semuanya secara tepat. Di sisi pertahanan, tidak semuanya sempurna dan butuh lebih banyak komunikasi," ujar Deschamps. (Tribunnews/deo)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Deodatus Pradipto
  Loading comments...

Berita Terkait :#Piala Eropa 2016

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas