Persib Gagal Menang 5 Laga Beruntun, Robert Rene Alberts Sebut Tahu Cara Sikapi Masalah Maung
Robert Rene Alberts datang ke Bandung saat tim sudah melakukan banyak belanja pemain, hasil pilihan manajemen dan pelatih sebelumnya, Miljan Radovic.
Editor: Hasiolan Eko P Gultom

Para pemain Perebaya lebih sering menunggu di area pertahanan sendiri. Sistem zonal marking yang dilakukan Persebaya ini berhasil memperlambat gerakan para pemain depan Persib Bandung.
Hasilnya, Ezechiel harus beberapa kali mundur ke belakang untuk menjemput bola. Inilah yang membuat serangan Persib kerap terhambat dan sulit menyelesaikan serangan.
Kebuntuan itu terasa hampir di sepanjang pertandingan. Persib Bandung pun sangat minim melakukan tembakan terarah. Dari 19 kali tendangan, hanya tiga yang mengarah ke gawang.
Persebaya, yang sering bermain menunggu, justru lebih efektif ketika melakukan serangan melalui umpan langsung yang diarahkan kepada Balde, Dzalilov, atau Ifran Jaya yang berada di sayap. Bahkan, keempat gol Bajul Ijo itu terjadi melalui umpan langsung dari lini tengah.
"Mereka mendengar dan mengikuti instruksi saya. Kami tidak melakukan possession atau build up sampai di zona pertahanan lawan sehingga cukup efektif memainkan dari lini tengah dari lini belakang, kemudian kasih trough pass untuk Amido sama Irfan itu yang berhasil.
Dan ruang yang dibuka itu tadi, kami sudah coba dari sayap tapi tidak ada yang berhasil hari ini, tapi di ruang ruang itu antara wing back dan stopper mereka," ujar Djadjang. (nazmi abdurrahman)