Superskor
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Respons Arema FC Atas Sanksi Rp 100 Juta dari Komdis PSSI

Dua poin dilayangkan untuk tim dengan julukan Singo Edan atas tindakan pelatih Mario Gomez dan asisten pelatih Charis Yulianto.

Respons Arema FC Atas Sanksi Rp 100 Juta dari Komdis PSSI
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
BERSITEGANG - Wasit pertandingan, Aprisman Aranda melerai pemain Arema FC yang bersitegang dengan pemain Persib Bandung dalam laga Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (8/3/2020). Tuan rumah Arema FC dikalahkan Persib Bandung dnegan skor 1-2. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengeluarkan keputusan hasil sidangnya kepada empat klub Liga 1 2020, termasuk untuk Arema FC, Jumat (13/3/2020).

Dari beberapa pelanggaran tersebut, Arema FC disanksi denda sebesar 100 juta rupiah.

Arema FC sudah menerima pemberitahuan hukuman berupa denda yang dilayangkan Komdis PSSI.

Berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI, Arema FC melakukan empat poin pelanggaran.

Dua poin dilayangkan untuk tim dengan julukan Singo Edan atas tindakan pelatih Mario Gomez dan asisten pelatih Charis Yulianto.

Kedua pelatih tersebut ditegur karena protes yang berlebihan kepada wasit cadangan kala Arema FC bertandang ke markas Tira Persikabo pada 2 Maret 2020.

Namun, untuk pelanggaran itu, Singo Edan tidak mendapatkan hukuman denda, melainkan hanya berupa teguran keras.

Sanksi berikutnya diterima oleh tim kebanggaan warga Malang tersebut menyusul pertandingan menjamu Persib Bandung, Minggu (8/3/2020).

Pelanggaran pertama terjadi karena Singo Edan mendapatkan lima kartu kuning dalam satu pertandingan.

Hukuman yang kedua yaitu adanya pelemparan botol yang terjadi saat pertandingan berlangsung.

Dari kedua jenis pelanggaran tersebut, Arema FC menerima hukuman denda sebesar 100 juta rupiah.

Menyikapi hal itu, manajemen Singo Edan meminta agar peristiwa itu menjadi suatu momen pembelajaran agar tidak terulang lagi.

Melalui Media Officer Sudarmaji, Arema FC mengajak seluruh masyarakat untuk saling introspeksi supaya lebih baik ke depannya.

"Semoga hal ini menjadi intropeksi bersama di saat sepak bola sedang diliburkan seperti sekarang," kata Sudarmaji seperti dilansir oleh BolaSport.com dari situs klub, Rabu (8/4/2020).

Sudarmaji juga memberikan semangat kepada seluruh elemen Singo Edan untuk segera berbenah diri.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: BolaSport.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas