Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Soccer Star

Claudio Ranieri: Perjuangan Latih Parma Lebih Berat daripada Bawa Leicester Juara Liga Inggris

Claudio Ranieri yang kini menangani Sampdoria akhir-akhir ini berbagi cerita perihal perjalanan karir kepelatihannya.

Claudio Ranieri: Perjuangan Latih Parma Lebih Berat daripada Bawa Leicester Juara Liga Inggris
Naples Herald
Claudio Ranieri tetap bersikap ramah terhadap fans Leicester City. 

TRIBUNNEWS.COM - Claudio Ranieri yang kini menangani Sampdoria akhir-akhir ini berbagi cerita perihal perjalanan karir kepelatihannya.

Pria berusia 68 tahun tersebut dapat dikatakan menjadi pelatih yang sudah kenyang dengan pengalaman.

Chelsea, Valencia, AS Roma, Juventus, Inter Milan, hingga Leicester City menjadi deretan klub yang pernah dilatih oleh Claudio Ranieri.

Claudio Ranieri bercerita perihal salah satu tim yang paling membuat ia terkesan dalam karirnya sebagai juru taktik tim.

Baca: Juventus dan Inter Milan Bersiap Rebutan Sandro Tonali

Baca: Inter Milan Bakal Rekrut Olivier Giroud yang Tidak Diperpanjang Chelsea

Pria kelahiran Italia tersebut menyatakan pengalaman melatih Parma menjadi sesuatu paling berat sekaligus memiliki kesan terdalam dalam karirnya.

Bahkan ia menceritakan perjuangan melatih Parma untuk menyelamatkan tim dari zona degradasi lebih berat daripada membawa Leicester City menjuarai Liga Inggris.

Claudio Ranieri tetap bersikap ramah terhadap fans Leicester City.
Claudio Ranieri tetap bersikap ramah terhadap fans Leicester City. (Naples Herald)

Ranieri pun berbagi cerita secara runtut mulai dari keputusan mengejutkannya keluar dari Chelsea pada tahun 2004.

"Saya keluar dari Chelsea setelah melatih mereka selama empat tahun dan saya tahu itu adalah ide yang buruk," kata Claudio Ranieri kepada Sky Sport Italia, dilansir Football Italia.

"Valencia sebenarnya telah memenangkan gelar liga dan Piala UEFA, tetapi mereka tidak memiliki pasukan yang mampu mengulangi hal tersebut," curhat pria berdarah Italia tersebut.

Hingga pada akhirnya, Ranieri terpaksa gagal mengangangkat performa Valencia.

Halaman
123
Penulis: Dwi Setiawan
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas