Superball
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Pilar Bhayangkara FC: Liga 1 Tanpa Penonton Lebih Baik daripada Kompetisi Dihentikan

Seperti diketahui, beberapa Liga di negara-negara lain seperti Korea, Jerman, Italia, Spanyol sudah dan akan memulai lagi kompetisi.

Pilar Bhayangkara FC: Liga 1 Tanpa Penonton Lebih Baik daripada Kompetisi Dihentikan
SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COM
Kapten timnas U-19 Indonesia, Nurhidayat Haji Haris, saat tampil melawan timnas U-19 Singapura dalam laga Grup A Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (03/07/2018) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) tengah menyusun kajian awal pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi virus corona.

Pada fase ketiga tepatnya 15 Juni 2020 dari kajian awal tersebut menyebut salah satu kegiatan berupa olahraga outdoor sudah diperbolehkan diadakan dengan protokol.

Mengacu pada hal tersebut, Liga 1 dan Liga 2 artinya sudah bisa bergulir kembali dengan catatan tanpa penonton.

Namun kepastian baru bisa diambil PSSI ketika pemerintah dalam hal ini BNPB sudah mencabut status darurat Covid-19 masih berlangsung hingga 29 Mei mendatang.

Pemain Bhayangkara FC Nudhidayat Haji Haris mengaku sudah tak sabar menantikan Liga 1 kembali bergulir. 

Bahkan dirinya sangat setuju jika liga digelar dengan aturan pencegahan Covid-10 yang ketat.

“Kalau saya tidak apa, kalau lanjut (Liga1) tanpa penonton. Itu lebih baik daripada tidak diadakan lagi. Pertandingan kan masih bisa disiarin di tv, jadi hiburan juga buat masyarakat,” kata Nurdhidayat saat dihubungi Tribunnews, Kamis (21/5/2020).

“Orang seperti saya yang penghasilan cuma dari sepabola kan jadi bisa kerja lagi. Bukan cuma saya, wasit, penitia dan lainnya juga bisa ada pemasukan lagi” sambungnya.

Seperti diketahui, beberapa Liga di negara-negara lain seperti Korea, Jerman, Italia, Spanyol sudah dan akan memulai lagi kompetisi.

Akan tetapi, mereka menggelar kompetisi tersebut dengan aturan ketat, salah satunya tanpa penoton dan selalu mengecek kesehaan semua pelaku sepakbola sebelum bertanding.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas