Superskor
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Anggaran Sponsor Tidak Maksimal, Bhayangkara FC Harapkan PT LIB Bantu Beban Klub

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Sumardji meminta kepada PT LIB yang dalam hal ini sebagai operator Liga untuk memberikan tambahan subsidi.

Anggaran Sponsor Tidak Maksimal, Bhayangkara FC Harapkan PT LIB Bantu Beban Klub
tribunnews.com/abdul majid
COO Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji saat diwawancarai setelah acara penandatangan kontrak kerjasama antara Bhayangkara FC dengan Nendia Primarasa di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (2/7/2019). Tribunnews/Abdul Majid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu di antara yang menjadi keberatan beberapa klub Liga 1 kembali melanjuti Liga 1 2020 di tengah pandemi Covid-19 yakni masalah finansial.

Sponsor yang menjadi pemasukan utama pun mereviu kontraknya. Hasilnya nilai kontrak sponsor klub tak maksimal.

Hal itu pun yang dialami klub asal Ibu Kota, Bhayangkara FC.

Baca: Liga 1 2020 Dilanjutkan Tanpa Penonton, Petinggi Persib: Berat, Tapi Apa Boleh Buat?

Baca: Liga 1 2020 Kembali Digelar, Bhayangkara FC Segera Adakan Latihan Resmi

“Kalau memang liga ini mau dimulai sampai dengan saat ini kami akui hanya kesulitan satu, terkait dengan sponsor. Karena apa? karena pertandingan ini kan sebentar lagi akan dimulai kan susah untuk kami mencari sponsor,” kata COO Bhayangkara FC, Kombes Pol Sumardji saat dihubungi wartawan, Kamis (25/6/2020).

“Kemarin itu, ini khusus untuk Bhayangkara, kami baru membicarakan mau deal-dealan soal kontrak dengan sponsor lalu ada covid, jadi kontrak yang kami dapatkan itu juga tidak maksimal,”sambungnya.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Sumardji meminta kepada PT LIB yang dalam hal ini sebagai operator Liga untuk memberikan tambahan subsidi.

Sebelumnya memang ada usulan dari klub-klub yang ingin Subsidi klub Liga 1 untuk bisa dinaikan kisarannya Rp 800 juta hingga Rp1,5 miliar. Usulan itu pun masih menunggu persetujuan dari PT LIB.

“Jadi Kalau memang mau dilanjutkan memang sebaiknya ada opsi bagaimana kira-kira PT LIB bisa memberikan subsidi kepada klub sehingga sedikit banyak berperan untuk meringankan beban klub. Karena kami tahu untuk gaji pemain dan biaya operasional itu tidak sedikit,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Federasi sepakbola Indonesia, PSSI sebelumnya telah mengumumkan secara resmi untuk menggelar Liga 1 dan Liga 2 2020 pada September atau Oktober mendatang.

Namun, PSSI belum menyebut tanggal pasti kick off-nya karena masih menunggu hal-hal teknis lainya yang masih dalam pembahasan salah satunya mengenai subsidi klub-klub Liga 1 2020.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas