Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Liga 1

Ini Cerita Fisioterapis Persikabo 1973 Menggowes Sepeda dari Bogor Ke Jakarta

Fisioterapis Persikabo 1973, Indar Istiqnan berbagi kisah keseruan ketika menyalurkan hobinya dalam menggowes sepeda.

Ini Cerita Fisioterapis Persikabo 1973 Menggowes Sepeda dari Bogor Ke Jakarta
dok pribadi
Indar Istiqnan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Fisioterapis Persikabo 1973, Indar Istiqnan berbagi kisah keseruan ketika menyalurkan hobinya dalam menggowes sepeda.

Menggunakan sepeda jenis Pasific Noris 3 full upgrade, Indar menempuh jarak 50 km dengan menghabiskan waktu 2 jam 46 menit dari Bogor menuju Jakarta.

Adapun rute yang dilalui Indar mencakup Bogor Sentul-Cibinong - Cilodong- Pal Depok - Cijantung - Kramat Jati-Cempaka Putih - Pasar Senen - Monas - Pasar Senen - kemayoran.

Pria yang merupakan anggota TNI (Yonif 315 Garuda) itu menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukannya itu bagian dari hobi sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

"Hobi dan menjaga kebugaran tubuh dan ada tipsny buat bersepeda yang benar dan baik," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (28/6/2020).

Lebih lanjut, Indar mengaku bahwa dalam perjalanan gowesnya sempat melakukan istirahat.

"Kemarin istirahat sekali saat sholat dzuhur," tegasnya.

Terkait bekal selama perjalanan, Indar mengaku hanya membawa perbekalan secukupnya.

"Saya hanya bawa air mineral dibotol dan perlengkapan sholat dan pisang di tas sebagai bekal ketika menggowes," paparnya.

Sementara itu, Indar membeberkan bahwa momen paling berkesan ketika menggowes sepeda adalah bertemu dengan pesepeda lainnya.

"Yang seru saat diperjalanan ketemu pesepeda lain dan saling sapa. Itu bagian menjaga silaturahmi," ungkapnya.

Selain itu, Indar juga memiliki tips tersendiri terkait menggowes sepeda dengan nyaman.

"Mengatur ketinggian seat post yaitu setinggi pinggang. Apabila ketinggian titik tumpu di pinggang yang bisa mengakibatkan cedera pinggang," jelasnya.

"Dan apabila terlalu pendek akan titik tumpu di lutut atau knee joint yang bisa mengakibatkan cedera lutut dan untuk mengayun menggunakan telapak bawah bagian ujung. Posisi badan tidak terlalu membungkuk dan tegak," tambahnya.

Editor: Toni Bramantoro
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas