Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jarot Supriadi Sangat Selektif Salam Memilih Seorang Kiper

Kemajuan teknologi di dalam sepak bola begitu pesat. Kini pemain tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga dibentuk.

Jarot Supriadi Sangat Selektif Salam Memilih Seorang Kiper
wartakota
Jarot Supriadi, pelatih kiper Persiba Balikpapan yang juga mantan pelatih kiper timnas Indonesia U-19. 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemajuan teknologi di dalam sepak bola begitu pesat. Kini pemain tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga dibentuk.

Dalam proses pembentukan pemain, peran pelatih atau coach educator pun begitu penting dalam mengarahkan potensi pemain.

Jarot Supriadi, mantan pelatih kiper Timnas Indonesia U-19 yang kini menjadi pelatih kiper Persiba Balikpapan mengatakan, akan percuma bakat seorang pemain jika tidak diarahkan dengan baik oleh pelatih, sesuai dengan potensi pemain.

Pelatih Kiper, Jarot Supriadi
Pelatih Kiper, Jarot Supriadi (Tribun Bali)

Menjadi pelatih kiper, Jarot pun mengatakan terus belajar untuk memperdalam pengetahuannya tentang sepak bola, terutama metode latihan kiper, baik tentang kecepatan, reaksi kiper, lompatan yang nantinya akan diberikan kepada kiper didikannya. Itu pula masuk pada syarat-syarat kiper pilihannya.

Jarot sendiri punya kriteria kiper sendiri. Jarot membagikan kriterianya dalam memilih kiper.

"Secara postur badan, saya cenderung berbadan proporsional (dalam ukuran Indonesia). Ada beberapa yang di bawah rata-rata tapi punya lompatan bagus, kemampuan spesial tetap saya pilih," ujar Jarot, Jumat (14/8/2020).

Sedangkan kiper berpostur tinggi, Jarot mengatakan kurang tertarik.

Baca: Alasan Liga 1 Bergulir Tanpa Degradasi Dijelaskan Oleh Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru

Ia mengaku sangat selektif dalam memilih kiper dengan menimbang-nimbang variabel lain seperti kemampuan motorik, fisik, lari dan tumpuan.

"Untuk hal teknis di lapangan nanti kan tugas kami pelatih. Namun untuk kriteria dasar ya itu," tutupnya.

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas