Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Muhammad Toha dan Redi Rusmawan Pernah Rasakan Kalah Telak Seperti Barcelona

Bayern Munich mencukur Barcelona dengan skor telak 8-2 di perempat final Loga Champions, Sabtu (15/8/2020)

Muhammad Toha dan Redi Rusmawan Pernah Rasakan Kalah Telak Seperti Barcelona
dok pribadi
Muhammad Toha (kiri) bersama sang istri 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bayern Munich mencukur Barcelona dengan skor telak 8-2 di perempat final Loga Champions, Sabtu (15/8/2020).

Hasil yang begitu mengejutkan karena Barcelona begitu mudahnya dibabat delapan gol, dan hanya sukses mencebloskan dua gol, itu pun dibantu oleh satu gol bunuh diri.

Kalah telak, dua pemain Persita Tangerang yang awalnya menjagokan Barcelona pun kaget bukan kepalang.

Mereka adalah Muhammad Toha dan Redi Rusmawan. Keduanya tak menyangka Barcelona kalah dengan selisih enam gol.

Gelandang Persita Tangerang, Redi Rusmawan (kiri) bersama dengan Raphael Maitimo (kanan).
Gelandang Persita Tangerang, Redi Rusmawan (kiri) bersama dengan Raphael Maitimo (kanan). (wartakotalive.com/Rafsanzani Simanjorang)

Belajar dari pertandingan Barcelona vs Bayern Munich.

Dua punggawa Persita Tangerang mengatakan tak ingin mengalami kekalahan telak saat bermain bola.

Menurut kedua pemain yang sukses membawa Persita promosi ke Liga 1 tahun 2019 lalu ini, kekalahan telak begitu menyakitkan dan membuat malu.

"Saya sih pernah mengalami kekalahan telak saat membela Pro Duta Medan U-19 tahun 2015 lalu melawan Parma U-19. Kala itu kami kalah 7-0. Itu malu sekali, apalagi sudah di bully (dihujat)," ucap Muhammad Toha kepada Warta Kota, Sabtu (15/8/2020).

Hal senada diutarakan oleh Redi Rusmawan yang berposisi sebagai gelandang serang di Persita.

Meskipun tak pernah telak dengan selisih enam gol. Namun pemain asal Bogor ini tak bisa membayangkan jika timnya mengalami kekalahan cukup telak.

"Sakit sekali ya, itu ibaratnya pemain tak ada artinya," tutupnya.

Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas