Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kevin Gomes bilang Jalan Berliku Seorang Pesepakbola Penuh Keprihatinan

Pemain keturunan Indonesia-Brazil ini menilai, perjuangan seorang pesepak bola tidak dapat dilihat saat dirinya telah sukses bermain di senior

Kevin Gomes bilang Jalan Berliku Seorang Pesepakbola Penuh Keprihatinan
wartakotalive
Kevin Gomes, pemain bertahan Persita Tangerang 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Mewujudkan impian menjadi pesepak bola bukanlah hal mudah.

Banyak pengorbanan yang mesti dilakukan, ditambah persaingannya pun ketat.

Hal ini pula yang diungkapkan oleh bek Kiri Persita Tangerang, Kevin Gomes.

Pemain keturunan Indonesia-Brazil ini menilai, perjuangan seorang pesepak bola tidak dapat dilihat saat dirinya telah sukses bermain di tim profesional.

"Orang-orang kan memandang apa yang ada saat ini. Dimana jadi pesepak bola itu enak, dapat uang banyak, bisa mengunjungi banyak daerah saat tim away. Tapi perjuangan sejak awal itu tidak mudah sama sekali," tuturnya.

Putra dari pelatih Gomes de Oliveira ini pun mengisahkan bagaimana perjuangannya.

Tahun 2013 lalu, saat dirinya masih berusia 14 tahun, ia mesti berangkat ke Brazil seorang diri untuk menimba ilmu sepak bola di salah satu klub bernama Jose Bonifacio.

"Disitu saya mengawali karier. Tim kami ikut Copa Sao Paulo junior. Salah satu kejuaraan junior terbesar di Brazil yang melahirkan banyak pemain bintang. Saya pun belajar banyak disitu," tambahnya.

Namun, momen belajar tersebut, dirinya mesti tinggal satu kamar dengan banyak pesepak bola usia muda lainnya.

Kevin Gomes, bek kiri anyar Persita Tangerang diperkenalkan lewat instagram resmi Persita
Kevin Gomes, bek kiri anyar Persita Tangerang diperkenalkan lewat instagram resmi Persita (wartakotalive)

Tak hanya itu, kemana-mana pun dirinya mesti menggunakan transportasi umum, atau berjalan kaki.

"Saya enam tahun di Bazil. Persaingan pun sangat ketat. Banyak pemain bagus. Tahun 2019, papa (Gomes de Oliveira) memanggil saya untuk bermain di Indonesia. Jadi itu yang akhirnya membawa saya kesini," paparnya.

Bermodal pengalaman dari Brazil, Kevin pun mengadu nasib di tim yang dilatih oleh ayahnya kala itu, Kalteng Putra.

Hanya saja, saat itu Kalteng Putra degradasi, Kevin pun dipanggil ke Borneo FC musim 2020. Namun, dan akhirnya musim 2021 dirinya berlabuh ke Persita Tangerang

Ikuti kami di
Penulis: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas