Kevin Gomes Mengaku Senang dengan Persaingan di Tim Persita Tangerang
Sejak tahun 2020 lalu, ada satu bek kiri Persita Tangerang yang selalu dimainkan Persita, yaitu Edo Febriansyah.
Editor: Toni Bramantoro
Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang
TRIBuNNEWS.COM, TANGERANG - Sejak tahun 2020 lalu, ada satu bek kiri Persita Tangerang yang selalu dimainkan Persita, yaitu Edo Febriansyah.
Meski kompetisi hanya berlangsung tiga laga, namun mantan pemain Persik Kediri musim 2019 lalu ini mampu tampil maksimal di seluruh laga.
Memasuki musim 2021, Edo masih bertahan di Persita. Namun, kali ini dirinya mesti bersaing dengan Kevin Gomes yang didatangkan oleh Persita.
Keduanya pun telah bermain di tiga laga Piala Menpora dimana kala itu Persita gugur di penyisihan grup D, gagal bersaing dengab tim Persiraja Banda Aceh, Persib Bandung dan Bali United.
Namun, di tiga laga tersebut, Edo Febriansyah bermain penuh sedangkan Kevin bermain di dua laga terakhir.
Baik Edo dan Kevin sama-sama punya kualitas masing-masing. Persaingan ketat pun terjadi demi menarik hati pelatih Widodo Cahyono Putro, untuk memasukkan siapa saja ke line up pemain.
"Saya suka dengan persaingan ketat seperti di tim saat ini. Semua orang tahu kemampuan Edo, dia pemain bagus, dan punya potensi. Namun, dalam tim tentu ada persaingan. Dan kami bersaing secara sehat," ujar Kevin Gomes.
Lanjut Kevin,, secara pribadi ia menyebut dirinya termotivasi dengan adanya Edo di posisi yang sama.
Hal itu membuatnya akan berjuang untuk meraih posisi di tim inti.
"Dalam pikiran saya seperti itu. Jika hanya satu orang, tanpa ada persaingan. Bisa jadi akan bersantai. Namun, jika ada pemain berkualitas di posisi yang sama. Maka akan ada alarm bahaya untuk berkompetisi. Harus kerja dua kali lipat agar lebih bagus dari pemain tersebut," tambah putra pelatih Gomes de Oliveira ini.
Bersaing sehat, Kevin menjelaskan ia dan Edo kerap pula saling memberikan saran dan masukan.
Keduanya berusaha memberikan kemampuan yang terbaik untuk tim.
"Kami sama-sama tumbuh dan membangun satu sama lain. Meski kami berkompetisi satu sama lain, namun tidak ada kata menjelek-jelekkan, yang ada kami bersaing sehat," tutup pemain keturunan Indonesia-Brazil ini.