Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hamka Hamzah Harus Tunda Pensiun dari Sepakbola Usai Dapat Tawaran Menarik dari RANS Cilegon FC

Hamka Hamzah, sosok pesepak bola yang fenomenal di Indonesia. Dikenal sebagai kapten seribu bendera, pemain kelahiran 1984 ini

Hamka Hamzah Harus Tunda Pensiun dari Sepakbola Usai Dapat Tawaran Menarik dari RANS Cilegon FC
wartakota
Hamka Hamzah, bek sekaligus manajer tim RANS Cilegon FC 

Laporan Reporter WARTAKOTALIVE.COM, Rafsanzani Simanjorang

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Hamka Hamzah, sosok pesepak bola yang fenomenal di Indonesia. Dikenal sebagai kapten seribu bendera, pemain kelahiran 1984 ini selalu disegani oleh pesepak bola saat ini, khususnya pemain muda.

Ada kisah menarik dari pemain bernomor punggung 23 ini. 

Saat ini, dirinya menjabat tak hanya sebagai pesepak bola tetapi juga manajer dari timnya, RANS Cilegon FC.

Namun, ada fakta lain yang terkuak sebelum dirinya akhirnya memutuskan tetap di lapangan hijau.

"Awalnya saya ingin berhenti menjadi pesepak bola. Namun, pemilik meminta saya untuk tetap bermain, akhirnya saya masih bermain untuk musim ini," ujarnya belum lama ini di Pluit, Jakarta Utara.

Lanjutnya, pekerjaannya pun tak akan sepenuhnya kepada manajer, karena tugasnya sebagai pemain turut diharapkan oleh pemilik memotivasi pemain muda RANS Cilegon FC.

Lantas, tetap bermain, mengapa Hamka Hamzah tidak bersama Persita saja? Klub yang dibelanya sejak 2020 lalu?

"Memang usia saya tak lagi muda. Saya telah berbicara baik-baik dengan manajemen Persita, keluar dengan baik-baik. Mereka pun peduli, dan merelakan saya keluar dari Persita. Saya memang ingin bersama-sama membangun RANS Cilegon ini (sebagai manajer)," sambungnya.

Menjadi manajer dan pemain di klubnya Raffi Ahmad, Hamka Hamzah menjelaskan tidak terbebani. 

Justru ia optimis dengan nilai sepak bola yang akan dibangun di RANS Cilegon FC termasuk sebagain tim penerbit pemain berprestasi nantinya.

Tak hanya itu, ada pula kelebihan di timnya yang tidak dimiliki oleh tim lain, dimana para pemainnya diberikan izin dalam mengelola media sosial masing-masing.

"Medsos tidak dibatasi, asalkan mereka kuat akan kritikan dan tidak mengganggu program pelatih, justru pemilik mensupport mereka," tutup Hamka Hamzah.

Ikuti kami di
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas