Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Superskor
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Euro 2020

Final Euro 2020 Inggris vs Italia: Harry Kane Harus Menghadapi Adangan Giorgio "Gorilla" Chiellini

Chiellini merayakan gol langkanya dengan memukul dad, dan juga telah memberikan namanya ke game ponsel yang disebut "Go Go Gorilla".

Final Euro 2020 Inggris vs Italia: Harry Kane Harus Menghadapi Adangan Giorgio
Frank Augstein / POOL / AFP
Pemain depan Inggris Harry Kane melakukan selebrasi setelah memenangkan pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Denmark di Stadion Wembley di London pada 7 Juli 2021. Frank Augstein / POOL / AFP 

TRIBUNNEWS.COM, LONDON- HARRY Kane mungkin masih merayakan kemenangan dramatis atas Denmark di semifinal lalu.

Namun, Kapten Inggris ini harus segera bersiap lantaran akan menghadapi lawan terberat: Giorgio Chiellini dalam final Euro 2020 kontra Italia di Stadion Wembley, London, Senin (12/9) dini hari.

Chiellini memang sudah berusia 36 tahun. Namun, bek yang mendedikasikan 16 tahun kariernya untuk membela Juventus ini adalah tipikal petarung cerdik, yang akan melakukan apa saja untuk melindungi gawangnya dari ancaman lawan.

Sepintas, Chiellini terlihat seperti karakter penjahat dalam film dengan dengan wajahnya yang kasar, dan keras.

Tapi dalam kenyataannya, dia memiliki hati emas, dan kepribadian matang, yang membuatnya jadi kapten sempurna untuk klub, dan negaranya.

Dikutip dari Daily Mail, Chiellini digambarkan sebagai 'setan dengan lingkaran cahaya'.

Bek Italia Giorgio Chiellini bereaksi selama pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Italia dan Spanyol di Stadion Wembley di London pada 6 Juli 2021.
Bek Italia Giorgio Chiellini bereaksi selama pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Italia dan Spanyol di Stadion Wembley di London pada 6 Juli 2021. (Laurence Griffiths / POOL / AFP)

Dia tidak pernah takut membahayakan tubuhnya dan dengan senang hati menggunakan lengan, tangan, atau apa pun yang dia bisa untuk memblokir tembakan, atau mencegah penyerang lawan mencetak gol.

Sepanjang Euro 2020, penampilan Chiellini bersama teman dekatnya Leonardo Bonucci di jantung pertahanan Italia sangat luar biasa dan memberikan platform bagi rekan satu timnya untuk memenangkan pertandingan di sepertiga penyerang.

Bek bernomor punggung tiga ini tampil luar biasa menangkis gelombang serangan Spanyol di semifinal di Wembley. Dan kemudian membuat marah lawan dengan memprovokasi Jordi Alba, sebelum adu penalti yang penting dimulai.

Bahkan melawan penyerang Belgia, Romelu Lukaku - yang dianggap oleh banyak orang sebagai striker terbaik di dunia sepak bola saat ini - Chiellini berdiri kokoh dan memaksa lawannya tampil terburuk di turnamen tersebut.

Halaman
123
Penulis: Deny Budiman
Editor: Muhammad Barir
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas