Superskor

Liga Inggris

Chelsea vs Man City Liga Inggris Pekan Ini soal Kecerdasan Tuchel dan Kelimpungan Pep

Ulasan kedigdayaan Thomas Tuchel bersama Chelsea atas Pep Guardiola juru taktik Manchester City. Aroma di Jerman tidak berlaku di Inggris.

Penulis: Muhammad Nursina Rasyidin
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Chelsea vs Man City Liga Inggris Pekan Ini soal Kecerdasan Tuchel dan Kelimpungan Pep
SHAUN BOTTERILL / POOL / AFP
Pelatih kepala Chelsea Jerman Thomas Tuchel (kiri) dan manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola (kanan) melakukan pukulan jelang pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 8 Mei 2021 . 

"Saat ini, pengambilan keputusan Tuchel sangat bagus dan tampaknya membuat perbedaan dengan sangat cepat," kata Brown, dikutip dari BBC.

"Tapi dia melawan Pep lagi (pekan ini), dan itu adalah permainan catur di atas segalanya. Dia memenangkan yang terakhir, tetapi untuk bersikap adil, Guardiola menjatuhkan ratunya sendiri di awal dengan pemilihan timnya hari itu.

"Jadi, Tuchel tidak benar-benar mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi saya tidak berpikir dia takut pada Pep, sedangkan saya pikir banyak orang takut dengan kecerdasan sepakbolanya yang besar," jelas Brown.

Baca juga: Membuktikan Kualitas Kepa Arrizabalaga, Kiper Chelsea yang tak Hanya Jago Penalti

Kilas balik ke tiga pertemuan Chelsea vs Manchester City yang selalu dimenangkan oleh Tuchel.

Pep Guardiola seolah kebingungan mencari formasi terbaik timnya. Dalam tiga pertemuan tersebut, Pep menurunkan starting XI berbeda.

Pep Guardiola mengistirahatkan sejumlah pilar penting di semifinal Piala FA dan mengubah formasinya dari 4-3-3 menjadi 3-5-2 ketika bersua di Liga Inggris.

Di final Liga Champions, line-up City dihuni oleh pemain tengah bertipekal menyerang tanpa sosok gelandang bertahan, De Bruyne, Silva, Foden, dan juga berharap pada Gundogan.

Formula Pep tidak berjalan lancar, rencana berani yang diambil Pep kalah dengan efektivitas Chelsea yang mengandalkan serangan balik cepat dari pemain yang mereka miliki.

Gelandang Chelsea asal Maroko Hakim Ziyech (tengah) merayakan kemenangan bersama gelandang Skotlandia Chelsea Billy Gilmour (kanan tengah) setelah mencetak gol pertama mereka dalam pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada Minggu 9 Mei 2021.
Gelandang Chelsea asal Maroko Hakim Ziyech (tengah) merayakan kemenangan bersama gelandang Skotlandia Chelsea Billy Gilmour (kanan tengah) setelah mencetak gol pertama mereka dalam pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester City dan Chelsea di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada Minggu 9 Mei 2021. (MARTIN RICKETT / POOL / AFP)

"Pep berani di Portugal dan ingin mendominasi penguasaan bola dan membuat gelandangnya menguasai bola di atas lapangan," tutur Brown melanjutkan.

"Itulah mengapa dia mengosongkan peran gelandang bertahan, karena dia pikir Ilkay Gundogan juga bisa memberi tekanan, tetapi itu tidak berhasil. Serangan balik Chelsea terlalu bagus," menurutnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas