Kualitas Alessandro Bastoni di Inter Milan, Idolai Sergio Ramos, Pujian Mancini, Polesan Bonaccorso
Peran Vital Alessandro Bastoni di Inter Milan, gabungan Chiellini-Bonucci, Pujian Roberto Mancini dan Polesan Stefano Bonaccorso
Penulis:
Gigih
TRIBUNNEWS.COM - Real Madrid benar-benar kesulitan melawan Inter Milan di pekan pembuka Liga Champions.
Bermacam cara mereka lakukan untuk menembus pertahanan tuan rumah yang tampil disiplin pada pertandingan ini.
Karim Benzema nihil peluang, dijaga ketat oleh pemain bernomor punggung 95 yang sangat konsisten.
Dan identitas 95 sangat lekat dengan Alessandro Bastoni di Inter Milan.
Baca juga: Krusialnya Trio Franck Kessie, Sandro Tonali & Brahim Diaz untuk AC Milan, Adaptasi Theo Hernandez
Baca juga: Berita Inter, Marotta Siapkan Duet Dzeko-Vlahovic, Begini Kondisi Terkini Lautaro Martinez
Adalah hal yang unik kenapa ia menggunakan nomor 95, Luca Bastoni adalah sosok yang sangat dekat dengan Alessandro.
Bahkan kenyataannya, semua teman dekat Alessandro Bastoni adalah teman dekat sang kakak yang berusia 4 tahun lebih tua dari Alessandro Bastoni.
Hubungan antara kakak beradik yang sangat kompetitif namun juga supportif, Michele Bruni, salah satu teman Bastoni bersaudara, mengenang betapa kompetitifnya mereka.
"Tidak ada satupun dari keduanya yang mengalah, dalam game atau olahraga, keduanya kompetitif dan saling mengalahkan,"
"Tapi kami tahu, Luca selalu menjaga Alessandro, dan Alessandro mencontoh Luca," ujar Bruni dikutip dari Gianluca di Marzio.
Karena kedetakan itulah Alessandro Bastoni sejatinya nyaris memilih basket dibandingkan sepakbola, karena Luca Bastoni mengidolai Steph Curry di Golde State Warriors.
Sang ayah-lah yang meyakinkan Alessandro Bastoni menekuni sepakbola bukannya basket, alasannya sederhana, Bergamo lahir untuk Atalanta atau Brescia, dan ketika tawaran datang untuk bermain di tim primavera Atalanta, Bastoni tidak bisa menolak.
Nicola Bastoni, adalah pemain sepakbola untuk klub Cremonese medio 70-an, posisinya adalah gelandang, dan ketika Alessandro ditawari bergabung ke Zingonia (akademi Atalanta), maka Nicola melakukan semuanya untuk karir sang anak.
"Aku harus berterima kasih kepada ayahku. Dia masih memiliki hasrat untuk sepak bola, ia tak bosan melakukan semua ini untukku," ujar Bastoni kepada L'Ultimo Uomo.
Di era 90-an Atalanta melakukan perubahan besar ketika presiden klub, Antonio Percassi, menyewa Stefano Bonaccorso untuk mengelola tim junior.
Bonaccorso bukan pria sembarangan, namanya terkenal seantero Italia sebagai ahlinya membentuk pemain muda dari Giampolo Pazzini hingga Dejan Kulusevski adalah polesannya sejak 1991.