Superskor

Piala AFF 2020

'Terkurung' di Malaysia, Saddil Ramdani Terancam Tak Bisa Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020

Karena belum bisa ke luar dari Malaysia, Saddil Ramdani terancam melewatkan panggilan pemusatan latihan Timnas Indonesia dari pelatih Shin Tae-yong.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
'Terkurung' di Malaysia, Saddil Ramdani Terancam Tak Bisa Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2020
dok pribadi
Saddil Ramdani saat menjalani latihan dengan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (21/2/2020) 

TRIBUNNEWS.COM - Adanya persoalan seputar keimigrasian membuat pemain Indonesia yang bermain di Liga Malaysia, Saddil Ramdani belum bisa ke luar dari negara Jiran.

Akibatnya, Saddil Ramdani terancam melewatkan panggilan pemusatan latihan Timnas Indonesia dari pelatih Shin Tae-yong.

Hal itu bisa berujung absennya sang penyerang sayap di Piala AFF 2020.

Hal itu jelas menjadi kabar tak mengenakkan bagi winger eksplosif Indonesia tersebut.

Saddil Ramdani terpaksa mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera pangkal paha dan tak bisa membela Sabah FC di Piala Malaysia 2021.

Belakangan, nasib Saddil Ramdani semakin buruk lantaran ia terhambat problem imigrasi di Malaysia.

Baca juga: Naik ke Level Senior, Sejumlah Pemain Timnas U-23 akan Dipanggil Shin Tae-yong ke Piala AFF 2020

Pemain Indonesia, Saddil Ramdani yang kini memperkuat klub asal Malaysia, Sabah FC.
Pemain Indonesia, Saddil Ramdani yang kini memperkuat klub asal Malaysia, Sabah FC. (Dok: Pribadi)

Baca juga: Persib Terima Kabar Buruk Jelang Lawan Persela, 2 Pemain Dipulangkan, Winger Argentina Tak Bisa Main

Dilansir dari Kompas.com, Saddil belum membayar tagihan bea cukai untuk pemain asing pada 2019.

Tagihan tersebut sejatinya harus dibayar klub yang mempekerjakan Saddil saat itu, yaitu Sri Pahang FC.

"Jadi, ini tagihan tahun 2019, saat itu saya bermain di Pahang FA, ini bukan masalah dengan klub saya yang sekarang," ungkap Saddil (2/11/2021).

Baca juga: Dikritik Shin Tae-yong, Regulasi Aneh AFC di Kualifikasi Piala Asia U-23 Panen Kecaman dari India

"Kalau saya yang harus bayar, berat juga karena jumlahnya tidak sedikit, jadi saya harap ada solusi," sambungnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas