Superskor

Liga 1

Akmal Marhali: Juara-Degradasi di Liga Sepakbola Nasional Sudah Ketahuan Sebelum Kompetisi Dimulai

juara, degradasi, bahkan sudah diketahui sebelum kompetisi dimulai. Ini adanya match setting, match-fixing, ini problem besar sepakbola Indonesia

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Akmal Marhali: Juara-Degradasi di Liga Sepakbola Nasional Sudah Ketahuan Sebelum Kompetisi Dimulai
wartakotalive.com/Rafsanzani Simanjorang
Akmal Marhali (kiri) dan Iwan Bule 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Sepakbola, Akmal Marhali menyebut kolam kompetisi sepakbola Indonesia sangat kotor dikarenakan praktik-praktik mafia bola seperti pengaturan skor dan pengaturan pertandingan terus berulang.

Demikian disampaikan Akmal saat berbincang dengan wartawan Tribunnews.com di Superball Live, Kamis (18/11/2021).

"Kolam kompetisi kita ini sangat kotor sekali. Sekarang yang mau juara, degradasi, bahkan sudah diketahui sebelum kompetisi dimulai. Ini adanya match setting, match-fixing, ini problem besar sepakbola Indonesia," kata Akmal.

Baca juga: Aksi Heroik Elkan Baggott, Cedera Usai Selamatkan Blunder Pemain Timnas, Kini Dirawat Ipswich Town

Sejumlah pemain Barito Putera memprotes keputusan wasit  yang memberikan penalti kepada Persija Jakarta di menit-menit terakhir. Laga Liga BRI 1 yang berlangsung di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jawa Tengah. Jum'at (5/11/2021) Pertandingan  berakhir imbang 1-1. Gol Barito Putera di ciptakan A. Rakic 15' dan gol balasan Persija Jakarta di ciptakan  M. Simic 26'. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Sejumlah pemain Barito Putera memprotes keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Persija Jakarta di menit-menit terakhir. Laga Liga BRI 1 yang berlangsung di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jawa Tengah. Jum'at (5/11/2021) Pertandingan berakhir imbang 1-1. Gol Barito Putera di ciptakan A. Rakic 15' dan gol balasan Persija Jakarta di ciptakan M. Simic 26'. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Kondisi ini sudah terjadi sejak Liga Indonesia dimulai pada tahun 1993-1994. 

Saat itu, praktik pengaturan pertandingan (match-setting) telah terjadi.

"Praktik ini adalah menentukan juara sebelum kompetisi dimulai," kata Akmal. 

Dampak dari match setting di kolam kompetisi nasional, kata Akmal membuat para pengusaha-pengusaha besar yang mendukung industri sepakbola Indonesia justru gulung tikar. 

Baca juga: Pelatih Bhayangkara FC Sindir Wasit, Semua Lihat Handball di Kotak Penalti Kecuali Wasit

"Dulu ada Sigit Soeharto, anak presiden yang megang klub Arseto Solo. Kemudian ada pengusaha-pengusaha besar seperti Pak Jusuf Kalla yang dulu pegang Makassar Utama. Kemudian juga ada Pardede, dan lain-lain," kata Akmal.

"Yang terjadi mereka semua malah angkat tangan, menyerah kemudian gulung tikar, karena buruknya sistem kompetisi yang ada di kita. Kenapa? Karena dari awal kompetisi semua sudah diatur siapa yang jadi juara dan klub mana yang bakal degradasi," ujar dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas