Dusan Vlahovic, Sandro Tonali, dan Barisan Pemain Muda Terbaik di Liga Italia, AC Milan Terbanyak
Para wonderkid terbaik yang ada di Liga Italia musim 2021/2022. Dengan indikator performa musim lalu, performa musim ini, dan jumlah penampilan.
Penulis: deivor ismanto
Editor: Dwi Setiawan

TRIBUNNEWS.COM - Banyak kalangan beranggapan bahwa Liga Italia adalah Liga aki-aki, mengingat banyak pemain di Liga Italia yang mampu tampil oke meskipun di usia yang tak lagi muda.
Sebut saja, Zlatan Ibrahimovic, Fabio Quagliarella, Gianluigi Buffon, hingga di musim lalu, ada nama Cristiano Ronaldo dan Frank Ribery yang bertarung di Liga Italia.
Namun, anggapan hanyalah anggapan. Fakta yang ada, Liga Italia justru tergolong ramah buat para pemain muda.
Pada musim ini, dilansir Transfermarkt, rata-rata umur pemain klub-klub Liga Italia ada di angka 26,6 tahun, lebih muda dari rata-rata umur di Liga Inggris yang mencapai 26,7.

Baca juga: Ultras Inter Akan Memboikot Laga Derbi Milan Antara Inter Vs AC Milan Karena Masalah Ini
Baca juga: Pilih Juventus, Dusan Vlahovic Diancam Dibunuh Ultras Fiorentina, Dihina dengan Sebutan Kotoran
Justru Liga Spanyol dengan rata-rata umur 27,5 menjadi yang paling tua diantara 5 liga top Eropa lainnya.
Fakta tersebut menjelaskan bahwa Liga Italia bukanlah liga aki-aki, para maestro uzur adalah guru untuk memberi ilmu bagi para pemain muda di Liga Italia.
Berikut, Tribunnews rangkumkan, para wonderkid terbaik yang ada di Liga Italia musim 2021/2022. Dengan indikator performa musim lalu, performa musim ini, dan jumlah penampilan.
5. Giacomo Raspadori (21 tahun)
Raspadori musim ini menjadi andalan bagi lini depan Sassulo, ia selalu bermain untuk mengisi lini depan tim berjuluk Neroverdi tersebut.
Dari tipikal permainan, Raspadori bukanlah seorang striker target men layaknya Immobile ataupun Balotelli.
Ia hanya memiliki tinggi badan 172cm, namun itulah yang membuat Raspadori spesial.
Postur yang relatif mungil memudahkannya untuk bergerak dinamis. Tidak hanya horizontal tetapi juga vertikal.
Pelatih Sassulo, Roberto De Zerbi menjadikan seorang Raspadori sebagai pemain false nine, perannya tersebut membuka ruang baik rekannya yang ada di sayap dan tengah.
Hal tersebut sangat berguna, mengingat Sassuolo begitu mengandalkan lini kedua untuk mencetak gol.