Superskor

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Pesan Pelatih Persib agar Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang, Suporter Harus Dewasa Sikapi Hasil Laga

Menyikapi tragedi Kanjuruhan agar tidak kembali terulang, Luis Milla meminta suporter di seluruh Indonesia agar lebih dewasa menerima hasil laga.

Penulis: Rochmat Purnomo
zoom-in Pesan Pelatih Persib agar Tragedi Kanjuruhan Tak Terulang, Suporter Harus Dewasa Sikapi Hasil Laga
twitter/persib
Debut manis Luis Milla bersama Persib Bandung. Menyikapi tragedi Kanjuruhan agar tidak kembali terulang, Luis Milla meminta suporter di seluruh Indonesia agar lebih dewasa menerima hasil bertanding tim kesayangannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Persib Bandung, Luis Milla memberikan pesan penting kepada para suporter di tanah air agar tragedi Kanjuruhan tak lagi terulang.

Tragedi Kanjuruhan akan dikenang sebagai sejarah terburuk sepak bola di tanah air.

Ratusan orang meregang nyawa di Stadion Kanjuruhan yang merupakan markas dari kontestan klub Liga 1 2022, Arema FC.

Baca juga: Polisi Tingkatkan Kasus Stadion Kanjuruhan Jadi Penyidikan, Calon Tersangka Terancam 5 Tahun Penjara

Foto ini diambil pada 1 Oktober 2022 menunjukkan anggota tentara Indonesia mengamankan lapangan setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. - Sedikitnya 127 orang tewas di sebuah stadion sepak bola di Indonesia pada akhir 1 Oktober ketika para penggemar menyerbu lapangan dan polisi merespons dengan gas air mata, yang memicu penyerbuan, kata para pejabat. (Photo by AFP)
Foto ini diambil pada 1 Oktober 2022 menunjukkan anggota tentara Indonesia mengamankan lapangan setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. - Sedikitnya 127 orang tewas di sebuah stadion sepak bola di Indonesia pada akhir 1 Oktober ketika para penggemar menyerbu lapangan dan polisi merespons dengan gas air mata, yang memicu penyerbuan, kata para pejabat. (Photo by AFP) (AFP/STR)

Tepatnya pada 1 Oktober 2022, para pendukung Arema FC sekiranya berjumlah ratusan jiwa menjadi korban meninggal dunia akibat berdesakan dan mengalami sesak nafas.

Penyebab meninggalnya ratusan korban meninggal dunia berdesakan dan sesak nafas karena gas air mata yang ditembakkan aparat kepolisian.

Gas air mata diletupkan petugas untuk mengurai kerusuhan yang terjadi setelah Arema FC kalah dari tamunya Persebaya Surabaya dengan skor 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kekalahan yang diderita membuat Arema FC membuat suporternya Aremania masuk ke dalam area lapangan selepas laga selesai.

Menyikapi tragedi Kanjuruhan agar tidak kembali terulang, Luis Milla meminta suporter di seluruh Indonesia agar lebih dewasa menerima hasil bertanding tim kesayangannya.

Ia mengingatkan kepada seluruh suporter bahwa setiap tim tidak bisa dituntut memenangkan setiap laga.

Untuk itu, suporter harus mulai bijak dan dewasa agar tidak melakukan hal merugikan bagi dirinya maupun orang lain.

“Saya rasa orang-orang yang datang ke stadion tentu ingin menikmati pertandingan, menonton timnya meraih kemenangan,” buka Luis Milla dikutip dari laman Kompas.

“Tapi tentu tidak mungkin tim selalu menang, tidak mungkin bisa terus menerus meraih kemenangan," pesan arsitek asal Spanyol tersebut.

"Pemain juga tentu saja ingin menang tapi itu kadang tidak mungkin terjadi,” paparnya.

Lebih lanjut, Milla menyayangkan beberapa oknum suporter yang datang ke stadion dengan niat tidak baik selain mendukung klub kebanggaannya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PSM Makasar
11
7
4
0
20
6
14
25
2
Bali United
12
8
0
4
25
15
10
24
3
Persija Jakarta
11
7
3
1
13
5
8
24
4
Borneo
12
7
2
3
26
15
11
23
5
Madura United
12
7
2
3
19
11
8
23
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas