Superskor

Liga 1

Berkaca dari Insiden Kanjuruhan, Luis Milla Minta Suporter Indonesia Bersikap Dewasa

Pelatih Persib Bandung, Luis Milla meminta suporter Indonesia lebih bersikap dewasa agar insiden serupa di Stadion Kanjuruhan tak terjadi lagi.

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
zoom-in Berkaca dari Insiden Kanjuruhan, Luis Milla Minta Suporter Indonesia Bersikap Dewasa
Instagram @Persib
Pelatih Persib Bandung, Luis Milla berdiri di tengah lapangan merayakan kemenangan timnya pada pekan kesepuluh BRI Liga 1 2022 - Luis Milla meminta suporter Indonesia menjadikan insiden Kanjuruhan sebagai proses pendewasaan diri. 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Persib Bandung, Luis Milla, meminta insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan menjadi pelajaran berharga bagi suporter Indonesia.

Tanggal 1 Oktober 2022 akan menjadi kenangan dan hari terburuk bagi sepak bola Indonesia.

Tragedi di Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa menjadi noda kelam bagi percaturan sepak bola Tanah Air.

Kekalahan atas Persebaya Surabaya diduga memicu suporter Arema FC merangsek masuk ke lapangan.

Baca juga: Kisah Kiper Arema FC yang Nyaris Kena Pukul Suporter dalam Tragedi Kanjuruhan

Pihak polisi yang kesulitan untuk mengantisipasi membuat keputusan menembakkan gas air mata untuk mengurai massa.

Namun imbasnya terlalu mahal. Banyak ratusan nyawa melayang akibat sesak nafas dan kesulitan untuk keluar dari stadion yang berbuntut kehabisan oksigen.

Pelatih Persib Bandung, Luis Milla mencoba memahami bagaimana perasaan suporter melihat tim kesayangannya menelan kekalahan.

Namun juru taktik asal Spanyol ini juga meminta kedewasaan suporter bahwa tim selamanya tim akan meraih kemenangan di setiap laga.

Dalam dunia sepak bola, ada tiga hasil yang siap diterima oleh sebuah kesebelasan, kalah, menang atau imbang.

Dan harapan Luis Milla, suporter Indonesia bisa menerima kenyataan jika tim yang didukung bisa berada dalam kondisi terpuruk.

Foto ini diambil pada 1 Oktober 2022 menunjukkan seorang anak laki-laki (tengah) digendong orang dewasa saat petugas keamanan  mengamankan lapangan setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. Sedikitnya 127 orang tewas di sebuah stadion sepak bola di Indonesia pada akhir 1 Oktober ketika para penggemar menyerbu lapangan dan polisi merespons dengan gas air mata.
Foto ini diambil pada 1 Oktober 2022 menunjukkan seorang anak laki-laki (tengah) digendong orang dewasa saat petugas keamanan mengamankan lapangan setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. Sedikitnya 127 orang tewas di sebuah stadion sepak bola di Indonesia pada akhir 1 Oktober ketika para penggemar menyerbu lapangan dan polisi merespons dengan gas air mata. (STR / AFP)

"Saya rasa orang-orang yang datang ke stadion tentu ingin menikmati pertandingan, menonton timnya meraih kemenangan,” kata Milla, dikutip dari Kompas.com.

“Tapi tentu tidak mungkin tim selalu menang, tidak mungkin bisa terus menerus meraih kemenangan," sambung pria yang pernah membela Real Madrid.

Pemain juga tentu saja ingin menang tapi itu kadang tidak mungkin terjadi,” paparnya menambahkan.

Dimata Milla, tidak ada yang salah terhadap militansi dalam mendukung sebuah tim kesayangan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PSM Makasar
11
7
4
0
20
6
14
25
2
Bali United
12
8
0
4
25
15
10
24
3
Persija Jakarta
11
7
3
1
13
5
8
24
4
Borneo
12
7
2
3
26
15
11
23
5
Madura United
12
7
2
3
19
11
8
23
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas