Nasib Charbel Shamoon: Dulu Korban Perang, Kini Pemain Naturalisasi Irak, Lawan Timnas U20 Indonesia
Charbel Shammon merupakan pemain naturalisasi Timnas U20 Irak yang bakal merepotkan Timnas U20 Indonesia di ajang Piala Asia U20 2023.
Penulis: Bayu Satriyo Panegak
Editor: Dwi Setiawan
Akan tetapi ketika umurnya 19 tahun Charbel memilih berpindah kewarganegaraan.
Pemain yang berposisi sebagai bek sayap tersebut memilih Irak sebagai kelanjutan identitas hidupnya.
Pasalnya pemain yang merumput dengan Western United tersebut digadang akan menjadi tumpuan utama Emad Mohammed di Piala Asia U20 2023.
Benar saja ketika pihak Federasi Sepak Bola Iran memanggilnya Charbel turut menjadi skuad utama.
Baca juga: Profil Arkhan Fikri, si Bocah Ajaib yang Gantikan Marselino di Piala Asia U-20 Uzbekistan
Berbeda dengan kisah Marselino Ferdinan, kepergian Charbel ke skuad Singa Mesopotamia berjalan mulus.
Bahkan pihak klub mengulurkan tangan terbuka untuk pemain mudanya merumput di Piala Asia.
Beda nasib ketika Shin Tae-yong mengirimkan surat kepada Kmsk Deinze, klub Marselino.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut tidak mendapatkan jawaban cepat dan berujung pada absennya Marselino Ferdinan di Piala Asia U20.
Direktur Akademi Western United menuturkan turut bangga bergabungnya Charbel di Timnas Irak.
"Kami bangga melihat usaha Charbel yang dihargai dengan pemanggilan ke skuad Irak. Saya tidak sabar melihat debut internasionalnya," ujar Anthony Frost dilansir melalui laman resmi klub, Rabu (15/2/2023).
"Kami mendoakan yang terbaik untuk Charbel di Piala Asia U20 2023," pungkasnya.
Charbel merupakan salah satu dari tiga pemain aboard (bermain di Liga Luar) milik Irak.
Singa Mesopotamia juga memiliki Adam Rasheed dan Adam Talib Abdulkhaleq dari Aalborg BK, Liga Denmark.
Garuda Muda masih beruntung karena delapan pemain aboard lainnya tidak bisa bergabung.