Messi dan Masalah Politik yang Memungkinkan Tinggalkan Barcelona pada 2018
Lionel Messi pernah mengalami hari-hari yang memungkinkannya meninggalkan Barcelona secara gratis pada 2018.
Editor:
Muhammad Barir
Messi dan Masalah Politik yang Memungkinkannya Meninggalkan Barcelona pada 2018
TRIBUNNEWS.COM- Lionel Messi pernah mengalami hari-hari yang memungkinkannya meninggalkan Barcelona secara gratis pada 2018.
Situasi politik dan sosial yang memanas di Barcelona menjadi kunci segalanya. Salah satu kontrak terakhir Messi di Barcelona memungkinkannya pergi secara gratis pada 2018.
Di masa lalu, satu peringatan lagi atas kepergian Lionel Andrés Messi dari Barcelona diperingati. Agustus 2021 merupakan trauma mendalam bagi klub Catalan tersebut, sekaligus luka yang perlahan mulai pulih.
Selama beberapa hari terakhir, berbagai laporan kembali muncul yang menunjukkan bagaimana pemain Argentina itu bisa saja meninggalkan klub yang dicintainya pada 2018 secara cuma-cuma.
Konspirasi politik dan sosial yang jauh dari olahraga elit menjadi penyebab masalah semua ini.
Kisah ini bermula pada tahun 2017, ketika Catalonia mengalami periode ketegangan politik yang intens pada tanggal 1 Oktober.
Referendum kemerdekaan diadakan pada tanggal tersebut, tetapi dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol.
Tingkat partisipasi pemilih sebesar 43,03 persen dan 90,18% suara mendukung kemerdekaan memicu suasana penangkapan dan kerusuhan sosial di jalan-jalan Komunitas Otonom tersebut.
Pada tanggal 27 Oktober, Parlemen Catalonia mengirimkan deklarasi kemerdekaan sepihak kepada Madrid, yang tidak diakui.
Messi tidak asing dengan apa yang telah terjadi di tanah kelahirannya sejak tahun 2000 atau konsekuensi yang dapat ditimbulkannya terhadap sepak bola.
Seluruh konteks ini setara dengan risiko melihat Barcelona terdegradasi dari La Liga .
Jangan lupa bahwa saat itu, Messi adalah figur utama Barcelona, dan kejuaraan Divisi Pertama sedang melaju.
Tim Catalan itu bahkan hampir membatalkan pertandingan kandang mereka melawan Unión Deportiva Las Palmas di Camp Nou sebagai bentuk protes .
Pertandingan yang pada saat itu seharusnya tidak dihadiri penonton di tribun, karena ketidakmampuan kota untuk menjamin keselamatan para penonton.