Transfer Striker akibatkan Internal AC Milan Terpecah: Allegri Kebelet CLBK, Bos Incar Murah Meriah
Perpecahan internal AC Milan antara Massimiliano Allegri dengan pemegang saham RedBird Capital karena perbedaan dalam transfer striker baru di 2026.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Dusan Vlahovic jelas tidak sebanyak Lewy. Akan tetapi pemain timnas Serbia ini mengumpulkan Rp233 miliar per musim di Juventus.
Jumlah ini tidak masuk dalam budget AC Milan, setidaknya di pandangan Giorgio Furlani serta RedBird Capital.
Di sisi lain, jika harus mengeluarkan uang untuk menebus salah satu antara Vlahovic atau Lewandowski, RedBird Capital tidak ingin jumlahnya lebih mahal dari transfer Christopher Nkunku.
"RedBird Capital tidak ingin mengeluarkan biaya yang lebih tinggi dari transfer Nkunku, dan tentunya gaji yang jauh lebih rendah," bunyi pernyataan SempreMilan.
Alih-alih mendatangkan pemain dengan bayaran tinggi, Furlani memilih jalur investasi. Yang dimaksud adalah mendatangkan pemain muda potensial ke San Siro, di mana suatu saat bisa dijual dengan harga lebih mahal.
Sasaran Furlani adalah penyerang Club Brugge, Nicolo Tresoldi, yang beberapa waktu lalu menyuarakan keinginannya untuk bisa bergabung ke AC Milan.
Perbedaan pendapat ini menyoroti sebuah perang filosofi.
Di satu sisi, ada keinginan untuk meraih kemenangan instan dengan pemain berpengalaman. Di sisi lain, ada prinsip keberlanjutan finansial dan investasi jangka panjang.
Kisah perdebatan internal di AC Milan ini adalah sebuah anekdot menarik.
Ini adalah pertarungan antara pragmatisme seorang pelatih yang butuh hasil di lapangan dan visi jangka panjang seorang pemilik yang fokus pada neraca keuangan
Keputusan akhir yang akan mereka ambil, apakah memilih Vlahovic atau Tresoldi, tidak hanya akan menentukan siapa striker baru Rossoneri. Keputusan itu juga akan mendefinisikan arah dan identitas sesungguhnya dari ‘Milan baru’ di bawah RedBird.
(Tribunnews.com/Giri)
Baca tanpa iklan