Jiplak Ulang Sejarah Barcelona & Bayern Munchen, Cara Dramatis PSG Juara di Piala Interkontinental
Paris Saint-Germain (PSG) baru saja menulis ulang sejarah gemilang yang pernah diukir Barcelona dan Bayern Munchen pada masa silam.
Penulis:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- Kisah heroik dan dramatis mewarnai kemenangan bersejarah PSG di final Intercontinental Cup 2025.
- Kegemilangan kiper PSG dalam menahan empat tendangan penalti lawan di adu tos-tosan, mengunci gelar juara keenam Les Parisiens dalam setahun.
- PSG kini menulis ulang sejarah Barcelona dan Bayern Munchen sebagai tim ketiga di abad ke-20 yang memenangkan sixtuple alias enam gelar dalam satu tahun kalender.
TRIBUNNEWS.COM - Paris Saint-Germain (PSG) baru saja menulis ulang sejarah gemilang yang pernah diukir Barcelona dan Bayern Munchen pada masa silam.
PSG kini baru saja menjadi tim ketiga dalam sejarah yang mampu meraih enam gelar juara dalam satu tahun kalender di dunia sepak bola abad ke-20.
PSG mengulangi sejarah emas yang sebelumnya pernah ditorehkan Barcelona dan Bayern Munchen yang sudah terlebih dahulu mengukir catatan tersebut.
Barcelona sendiri menulis sejarah gemilang dengan meraih sixtuple pada tahun 2009, saat dilatih Pep Guardiola.
Lalu, Bayern Munchen memenangkan enam gelar dalam setahun pada tahun 2020 di era kepelatihan Hansi Flick.
Dan PSG menjadi tim ketiga yang menulis ulang sejarah yang sama di bawah komando pelatih bernama Luis Enrique.
Baca juga: Daftar Pemenang FIFA Awards 2025: Santiago Montiel Bikin Gigit Jari, Dembele Auto Panen Trofi
Kepastian PSG berhasil menyegel gelar juara keenam didapatkan lewat ajang FIFA Intercontinental Cup yang baru selesai digelar pada Kamis (18/12/2025) dinihari tadi.
Tepat dalam laga sengit final Intercontinental Cup yang mempertemukan PSG vs Flamengo di Estadio Ahmad Bin Ali, Al Rayyan, Qatar.
Les Parisiens yang merupakan klub Eropa sukses menyudahi pertandingan dengan cara heroik dan dramatis.
Sempat unggul terlebih dahulu lewat gol pembuka skor yang dicetak Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-38.
Keunggulan PSG berhasil disamakan oleh Jorginho lewat tendangan penalti menit le-62.
Hasil imbang 1-1 di laga normal, memaksa laga dilanjutkan ke babak a tambahan hingga adu penalti, untuk menentukan pemenang.
PSG akhirnya berhak menjadi pemenang laga sekaligus juara setelah mengalahkan Flamengo dengan skor 2-1 di adu tos-tosan.
Kegemilangan Matvei Safonov yang menggagalkan empat tendangan penalti lawan, menjadi kunci vital PSG memenangkan laga ini.