Ultimatum Florentino Perez: Piala Super Spanyol Bisa Jadi Akhir Xabi Alonso
Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengambil sikap tegas dengan menjadikan Piala Super Spanyol sebagai tolok ukur kelangsungan jabatan Alonso.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- Masa depan Xabi Alonso dipertaruhkan di Piala Super Spanyol. Florentino Perez menjadikan hasil turnamen, terutama laga semifinal kontra Atletico Madrid menjadi acuan.
- Kekalahan, khususnya dari Atletico Madrid, berpotensi berujung pemecatan Xabi Alonso.
- Meski berada di bawah tekanan besar, Alonso tetap optimistis, namun Real Madrid wajib waspada karena Atletico kerap tampil maksimal dalam derby dan pernah mengalahkan Los Blancos 5-2 musim ini.
TRIBUNNEWS.COM - Tekanan di internal Real Madrid meningkat jelang ajang Piala Super Spanyol, dan sorotan kini sepenuhnya mengarah kepada Xabi Alonso.
Manajemen Real Madrid disebut telah mencapai titik kritis terkait masa depan sang pelatih.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dikabarkan mengambil sikap tegas dengan menjadikan Piala Super Spanyol sebagai tolok ukur kelangsungan jabatan Alonso.
Perez disebut menegaskan bahwa kegagalan Real Madrid, baik di semifinal maupun final Piala Super Spanyol, dapat membuat posisi Alonso tidak lagi dapat dipertahankan.
Kekalahan dari Atletico Madrid akan menjadi skenario terburuk yang berpotensi berujung pada pemecatan.
Dalam diskusi internal, Perez bahkan mengingatkan dewan direksi mengenai pengalaman pahit sebelumnya.
“Kita tidak bisa mentolerir penghinaan lain seperti yang terjadi di Metropolitano atau saat melawan Celta Vigo,” ujar Perez, dikutip dari Defensa Central.
Situasi ini menempatkan Xabi Alonso dalam posisi yang sangat sulit.
Bahkan kekalahan tipis, terutama jika disertai performa tanpa karakter dan daya saing, bisa menjadi pemicu keputusan ekstrem.
Di Real Madrid, hasil bukan satu-satunya ukuran. Sikap, intensitas, dan mentalitas bertanding juga menjadi faktor penilaian utama.
Baca juga: Alaba dan Rudiger Tak Pasti, Mbappe Dorong Real Madrid Boyong Bek Baru Rp587 Milliar
Alonso sendiri memahami sepenuhnya besarnya tekanan tersebut. Sebagai mantan pemain Real Madrid, ia mengenal betul budaya klub di mana pelatih kerap menjadi pihak pertama yang disorot saat hasil tak sesuai ekspektasi.
Meski secara status hanya semifinal, laga kontra Atletico Madrid dipandang layaknya final.
Kekalahan bukan hanya akan mengubur ambisi meraih Piala Super Spanyol, tetapi juga bisa mengakhiri masa jabatan Alonso secara mendadak.
Di tengah tekanan besar itu, Alonso bersama staf dan pemainnya tetap mencoba menjaga optimisme. Namun, mereka sadar betul bahwa Atletico Madrid kerap tampil berbeda saat menghadapi Real Madrid.
Meski performa Los Rojiblancos tengah naik turun, sejarah menunjukkan mereka selalu mampu meningkatkan level permainan dalam duel derby.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.