AS Roma Terlempar dari Zona UCL, Gasperini Tegaskan Kalah Bukan Akhir dari Dunia
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, tidak mau ambil pusing atas kekalahan dari Udinese yang akibatkan posisi timnya terlempar dari zona UCL.
Penulis:
Drajat Sugiri
Editor:
Dwi Setiawan
Ringkasan Berita:
- AS Roma menelan kekalahan 1-0 dari Udinese pada pertandingan pekan 23 Serie A Liga Italia 2025/2026
- Kekalahan atas Udinese membuat AS Roma terlempar dari zona UCL
- Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini memandang kekalahan atas Udinese bukan akhir dari perjuangan anak asuhnya
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, tak ambil pusing kekalahan anak asuhnya atas Udinese pada pekan 23 Liga Italia 2025/2026. Giallorossi terlempar dari zona UEFA Champions League (UCL).
Hasil pertandingan lanjutan Liga Italia antara Udinese vs AS Roma di Bluenergy Stadium, Udine, berkesudahan dengan skor 1-0, Selasa (3/2) dini hari WIB.
Satu-satunya gol kemenangan tuan rumah tercipta melalui lesakan Jurgen Ekkelenkamp di menit 49'.
Kemenangan ini membawa Udinese naik ke posisi 10 besar di tabel klasemen sementara Serie A. Tepatnya duduki peringkat kesembilan, Udinese kini mengemas 32 poin.
Lain cerita dengan AS Roma. Skuad besutan Gian Piero Gasperini tersebut harus menerima kenyataan terlempar dari empat besar klasemen, atau penghuni zona UCL.
Giallorossi dengan raihan 43 poin, menduduki urutan lima tabel classifica Serie A. Mereka terpaut 12 poin dari Inter Milan sebagai pemimpin perburuan gelar juara Scudetto.
Pasca-pertandingan, Gasperini menyebut kekalahan timnya karena faktor kurang hoki semata.
Sebab dari segi permainan, Roma mendominasi laga melalui 62 persen penguasaan bola. Sementara intensitas serangan tim sekota Lazio ini cukup tinggi, yakni membukukan tiga sepakan on target dari sembilan percobaan.
“Tidak diragukan lagi, bermain melawan Udinese tidak pernah mudah," terang Gasperini kepada SkySport Italia, dilansir Football Italia.
"Kami kurang presisi di sepertiga akhir lapangan, kurang beruntung beberapa sentimeter di menit-menit akhir, dan gol yang kami kebobolan menunjukkan bahwa keberuntungan tidak berpihak pada kami malam ini.
“Meskipun demikian, kami pergi dengan kepala tegak, dan dengan kekuatan untuk terus memperbaiki diri," sambung mantan allenatore Atalanta.
Baca juga: Sakit Area Sensitif Penghalang Rafael Leao Teruskan Hobi Sakiti AS Roma
Gasperini menyadari bahwa penyelesaian akhir menjadi kendala. Namun dia mengambil poin positif, yakni anak asuhnya mampu menciptakan banyak peluang.
"Kami berusaha melakukan lebih banyak dan kami tidak berhasil, tetapi ketika Anda memiliki lima atau enam pemain di dalam kotak penalti, itu adalah peluang, bahkan jika kami tidak berhasil mencetak gol. Saya merasa kami melakukan lebih banyak dalam hal itu," sambung Italiano 68 tahun.
Terlempar dari Zona UCL
Hasil ini membuat Serigala Ibu Kota keluar dari empat besar zona lolos UCL. Mereka terpaut dua poin dari Juventus yang menghuni posisi keempat klasemen.
Gasperini mencoba menyikapinya dengan bijak, bahwa kekalahan atas Udinese bukan akhir dari segalanya.