Pemain Berjiwa Besar Itu Emil Audero, Kiper Timnas Indonesia
Wawancara Emil Audero pasca-insiden petasan dalam pertandingan Cremonese vs Inter, mulai dari kronologi hingga setelah kejadian. Pemain berjiwa besar.
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Tapi apesnya, semua yang tampak terkendali olehnya menjadi sebuah insiden buruk.
"Selama pertandingan saya fokus, lalu saya menoleh dan melihat benda itu di tanah di dekat saya."
"Saya bukan ahli dan hanya kebetulan saya bergerak, mengikuti jalannya permainan dengan mata saya."
"Saya tetap menarik perhatian wasit, saya melangkah beberapa langkah dan kemudian terdengar ledakan yang sangat besar," ujarnya.
Suara ledakan itu cukup besar. Emil merasa seperti ada yang memukul telinganya dengan palu.
Bahkan akibat ledakan petasan tersebut, bagian celananya robek, luka di bagian kaki kanan, dan ada bagian tubuh yang merasakan sensasi terbakar dengan sangat kuat.
"Jika saya tidak bergerak, ini bisa berakhir sangat buruk," ungkapnya.
Kejadian itu adalah yang pertama dirasakan Audero sepanjang karier profesionalnya sebagai pesepak bola.
Ia pernah menjadi bagian dari Inter sejak pertengahan 2023 hingga musim panas 2024.
Emil kecewa dengan apa yang dilakukan oleh oknum suporter Inter terhadap dirinya dan pertandingan.
"Luka di lutut saya terasa sakit, tetapi masalahnya ada di dalam diri saya. Rasa kecewa yang mendalam dan kurangnya keinginan untuk bermain," katanya.
"Saya berada di lapangan melakukan pekerjaan yang sangat saya cintai. Tetapi sementara itu, pikiran saya melayang ke lokasi ledakan."
"Saya berpikir, mengapa saya berada di lapangan? Mengapa saya bermain? Kepala dan pikiran saya berputar-putar. Itu perasaan yang mengerikan," jelasnya.
Tapi bagaimana pun, Emil Audero menunjukkan hal terpenting dalam sebuah pertandingan, meskipun mengalami insiden yang bisa mengancam dirinya, ia memutuskan untuk tetap berada di lapangan dan melanjutkan permainan. Pemain berjiwa besar.
"Yang terpenting adalah adrenalin. Anda memahami situasinya, dan Anda tidak ingin itu berakhir seperti itu."