Xabi Alonso Tolak Marseille, Bidik Proyek Lebih Stabil di Liverpool
Xabi Alonso dilaporkan menolak tawaran untuk melatih Olympique de Marseille dan lebih prioritaskan klub yang lebih stabil seperti Liverpool.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Ringkasan Berita:
- Xabi Alonso menolak tawaran melatih Olympique de Marseille karena menilai kondisi internal klub belum stabil.
- Alonso kini tanpa klub setelah dipecat Real Madrid, meski mencatat 24 kemenangan dari 34 laga selama tujuh bulan masa jabatannya.
- Alonso kini memprioritaskan proyek yang lebih stabil, dengan Liverpool mulai dikaitkan sebagai opsi potensial.
TRIBUNNEWS.COM – Xabi Alonso dilaporkan menolak tawaran untuk melatih klub Ligue 1, Olympique de Marseille, dengan alasan kondisi internal klub yang dinilai belum stabil.
Pelatih berusia 44 tahun tersebut dikabarkan menolak pendekatan resmi dari Marseille karena memiliki kekhawatiran terhadap dinamika internal klub, dikutip dari RMC Sport.
Alonso disebut tidak ingin mengambil risiko bergabung dengan proyek yang sarat gejolak struktural.
Saat ini, Alonso berstatus tanpa klub setelah dipecat oleh Real Madrid pada awal Januari, mengakhiri masa jabatannya yang berlangsung selama tujuh bulan di Santiago Bernabeu.
Meski periode tersebut penuh tekanan, catatan performanya sebenarnya tergolong cukup solid. Dari total 34 pertandingan, Alonso membukukan 24 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan.
Namun kekalahan 3-2 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik balik yang membuat kedua belah pihak sepakat mengakhiri kerja sama lebih cepat.
Setelah beberapa bulan tanpa pekerjaan, nama Alonso langsung masuk radar sejumlah klub Eropa.
Reputasinya meningkat pesat sejak sukses besar bersama Bayer Leverkusen, di mana ia mempersembahkan berbagai trofi domestik dan menunjukkan kapasitas sebagai pelatih dengan visi taktik matang.
Meski banyak tawaran datang, Alonso memilih berhati-hati dalam menentukan langkah berikutnya. Pendekatan dari Marseille menjadi salah satu yang terbaru, namun langsung ditolaknya.
Baca juga: Jadwal Liga Spanyol Pekan Ini: Real Madrid Minim Istirahat, Barcelona Siap Manfaatkan Situasi
Kekacauan Internal Jadi Pertimbangan
Marseille memang tengah bergerak cepat mencari pelatih baru setelah Roberto De Zerbi hengkang menyusul kekalahan telak 5-0 dari Paris Saint-Germain.
Namun tawaran kepada Alonso disebut tidak mendapat respons positif. Salah satu faktor utama adalah konflik internal di tubuh manajemen klub.
Direktur olahraga Medhi Benatia sempat mengajukan pengunduran diri, sebelum akhirnya ditolak oleh pemilik klub, Frank McCourt.
Dalam keputusan yang cukup mengejutkan, McCourt justru mengurangi peran presiden klub Pablo Longoria dan memberikan kendali penuh urusan olahraga kepada Benatia hingga akhir musim.
Situasi ini memunculkan kesan adanya perebutan pengaruh dan pergeseran struktur organisasi di dalam klub.
Bagi Alonso, kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas proyek jangka panjang yang ingin ia bangun.
Baca tanpa iklan