Cristian Chivu Super Pede Inter Milan Bisa Comeback dari Bodo/Glimt, Kalaupun Kalah Tak Perlu Malu
Chivu percaya diri Inter Milan bisa membalikkan agregat setelah tertinggal 3-1 dari Bodo/Glimt. Ia pede di San Siro bakal bertuah untuk Nerazzurri.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Drajat Sugiri
Ringkasan Berita:
- Cristian Chivu yakin Inter Milan mampu membalikkan defisit dua gol saat menjamu Bodo/Glimt di leg kedua playoff 16 besar Liga Champions.
- Meski kalah 1-3 di leg pertama, Inter datang dengan modal tujuh kemenangan dari delapan laga terakhir serta rekor kandang yang solid.
- Chivu menegaskan timnya tidak boleh panik, harus tetap seimbang, dan percaya diri karena menurutnya Inter punya kualitas untuk mencetak kemenangan besar di San Siro.
TRIBUNNEWS.COM - Cristian Chivu super pede Inter Milan bisa membalikkan agregat setelah tertinggal 1-3 dari Bodo/Glimt di leg pertama play off 16 besar Liga Champions.
Inter Milan secara mengejutkan kalah 3-1 di kandang Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion pada leg pertama tengah pekan lalu.
Kekalahan itu disebut Chivu karena pengaruh faktor lapangan sintetis dan cuaca. Kini menatap leg kedua, pelatih Inter Milan percaya San Siro akan menjadi panggung kebangkitan timnya.
Pelatih asal Rumania ini tak menampik bahwa timnya sempat gagal beradaptasi pada leg pertama. Namun ia menegaskan Inter sudah belajar dari kesalahan tersebut.
"Kami tahu kualitas mereka, tapi kami juga tahu siapa kami. Jika ada satu tim yang bisa membalikkan keadaan ini, itu adalah kami," tegasnya dalam konferensi pers, dikutip dari Football Italia.
Inter datang dengan modal yang tidak buruk. Tujuh kemenangan dari delapan laga terakhir di semua kompetisi, termasuk tiga kemenangan beruntun di kandang, menjadi alasan kuat untuk optimistis.
Setelah kalah di leg pertama, Nerazzurri juga langsung mendapat kemenangan meyakinkan 2-0 dari Lecce akhir pekan lalu.
Bodo/Glimt sendiri memang sempat menang 1-2 dari Atletico Madrid dan mengalahkan Manchester City 3-1 di kandang. Tapi catatan saat melawat ke tim Italia tidak sebaik ketika tampil di rumah sendiri.
Wakil Norwegia itu punya catatan kurang meyakinkan saat tandang ke markas klub Serie A, kalah lima dari enam kunjungan sebelumnya.
Sementara itu, Inter Milan memang akan tanpa Lautaro Martinez yang mengalami cedera. Namun Chivu mengatakan hal itu jadi jadi persoalan.
Chivu menyebut skuadnya memiliki banyak pemimpin di lapangan. Lebih lanjut, ia menekankan mentalitas, konsistensi, dan keberanian telah menjadi fondasi utama Inter musim ini.
"Kami memiliki banyak pemimpin. Siapa pun yang melangkah ke lapangan merasa bertanggung jawab," tambahnya.
"Semua orang telah melakukannya dengan baik, mereka merasa terlibat dan percaya diri, dan mereka tahu kontribusi mereka sangat penting," jelas Chivu.
Inter Milan rata-rata mencetak lebih dari dua gol per laga di musim ini. Berdasarkan data statistik FBref, mereka telah mencetak total 62 gol dari 26 pertandingan liga.
Sementara di Liga Champions, tim asuhan Cristian Chivu ini memiliki rata-rata 1,78 gol per laga dengan total 16 gol dari 9 pertandingan.
Baca tanpa iklan